Berbahaya Bagi Tubuh, Ahli Sebut Kadar Racun dalam Kembang Api Tinggi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 02 Juli 2020 | 16:28 WIB
Berbahaya Bagi Tubuh, Ahli Sebut Kadar Racun dalam Kembang Api Tinggi
Ilustrasi pesta kembang api. (Shutterstock)

Suara.com - Kembang api merupakan salah satu mainan yang disukai anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya orang bermain kembang api saat perayaan besar, seperti Hari Raya Idulfitri, tahun baru atau ulang tahun.

Tetapi, sebuah studi baru menemukan bahaya kembang api pada kesehatan tubuh yang sangat besar. Sehingga risikonya tidak sekadar kebakaran yang tak disengaja dan cedera yang mengancam jiwa.

Karena, kembang api mengeluarkan toksin atau racun berbahaya tinggi ketika dihidupkan. Dr Terry Gordon yang melakukan studi ini mengatakan toksin dalam kembang api itu termasuk timah dan tembaga.

Penelitian sebelumnya menunjukkan paparan racun-racun ini bisa meninggalkan kerusakan abadi pada paru-paru.

Temuan ini tentu sangat meresahkan, terlebih kembang api seringkali dibuat mainan oleh anak-anak di perayaan besar.

"Racun dalam kembang api ini tergolong tinggi, meskipun ini hanya terjadi beberapa kali dalam setahun," kata Terry Gordon dikutip dari New York Post.

Ilustrasi pesta kembang api. (Shutterstock)
Ilustrasi pesta kembang api. (Shutterstock)

Di New York City sendiri, ada ledakan kembang api sebanyak 9 ribu di antara 1 Juni hingga 21 Juni 2020. Beberapa pengecer pun mengaku penjualan kembang apinya melonjak pada tahun 2020 ini. Karena itulah, banyak orang memainkan kembang api.

Gordon mengklaim penelitian ini adalah satu-satunya studi yang menganalisis bahaya racun kembang api pada pernapasan.

Gordon dan timnya di Departemen Kedokteran Lingkungan di NYU Langone Health mempublikasikan temuan mereka bulan ini di jurnal Particle and Fiber Toxicology.

baca juga

"Bagi saya, ini selalu diabaikan. Belum ada penelitian nyata untuk melihat toksisitas kembang api," katanya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ia menyarankan siapa pun yang menderita asma atau masalah pernapasan lainnya menempatkan dirinya di atas layar piroteknik yang lebih besar. Tujuannya, mencegah emisi racun mengenai diri Anda yang bisa memperburuk masalah pernapasan.

Ilustrasi bermain kembang api. (Shutterstock)
Ilustrasi bermain kembang api. (Shutterstock)

Gordon pun telah melakukan eksperimen yang menggunakan berbagai merek kembang api untuk mengetahui potensi kerusakan langsung akibat racun dalam kembang api.

Para peneliti lantas mencoba meledakkan kembang api di sebuah ruangan yang berisiko tikus serta sel manusia untuk melihat dampaknya.

Hasilnya, kandungan timah hitam beracun sangat tinggi pada beberapa merek kembang api. Bahkan ada satu merek kembang api yang mengandung 12 ribu ppm tembaga.

Eksperimennya juga mengungkapkan bahwa paparan kembang api tinggi sudah cukup menyebabkan kerusakan sel manusia serta peradangan di paru-paru tikus.

Gordon pun berspekulasi bahan kimia yang 'murah' untuk kembang api itulah yang membuat kadar racunnya sangat tinggi dan bahaya bagi kesehatan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicabuli Pendeta hingga Depresi, Gadis ABG Bunuh Diri Tenggak Racun

Dicabuli Pendeta hingga Depresi, Gadis ABG Bunuh Diri Tenggak Racun

Jogja | Selasa, 30 Juni 2020 | 12:35 WIB

Pria Diringkus usai Tampar dan Semprotkan Racun Serangga ke Wajah Bayinya

Pria Diringkus usai Tampar dan Semprotkan Racun Serangga ke Wajah Bayinya

News | Senin, 22 Juni 2020 | 18:03 WIB

Agar Tetap Semangat, Jepang Manjakan Warganya dengan Kembang Api

Agar Tetap Semangat, Jepang Manjakan Warganya dengan Kembang Api

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:37 WIB

Terkini

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×