Sedang Tren, Benarkah Bersepeda Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 06 Juli 2020 | 14:33 WIB
Sedang Tren, Benarkah Bersepeda Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi?
Ilustrasi aktivitas bersepeda. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah aturan di rumah aja mulai dilonggarkan, banyak orang olahraga bersepeda meski pandemi virus corona Covid-19 belum usai.

Selain menjadi olahraga favorit banyak orang sekarang ini, bersepeda juga ideal bagi orang yang lebih tua. Tapi, bersepeda terlalu sering atau lama juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seksual pria.

Menurut Harvard Special Health Report, studi penuaan pria Massachusetts menemukan bahwa bersepeda bisa merusak saraf dan menekan arteri penis pada kondisi tertentu.

Hal tersebut bisa menyebabkan masalah disfungsi ereksi pada pria. Seorang pria berisiko mengalami kondisi ini bila bersepeda lebih dari 3 jam seminggu.

Faktor lain yang menguatkan bahwa bersepeda bisa menyebabkan disfungsi ereksi, karena kursi atau dudukan sepeda memberikan tekanan konstan pada perineum, area antara alat kelamin dan anus.

Ilustrasi disfungsi ereksi, masalah kesehatan seksual (shutterstock)
Ilustrasi disfungsi ereksi, masalah kesehatan seksual (shutterstock)

Tekanan itulah yang bisa membahayakan saraf dan memperlambat aliran darah untuk sementara. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada penis sampai akhirnya mengakibatkan disfungsi ereksi.

Sebenarnya, studi obesrvasional 2014 dalam Journal of Men's Health menemukan bahwa bersepeda tidak menimbulkan ancaman kesehatan serius, seperti disfungsi ereksi atau infertilitas.

Namun, para peneliti telah mensurvei sekitar 5.300 pengendara sepeda laki-laki dengan mengisi kuesioner untuk mengetahui berapa lama mereka bersepeda per minggu dalam 5 tahun terakhir. Kini, mereka pun telah mengalami gejala disfungsi ereksi dan masalah infertilitas.

Hasilnya, peneliti belum menemukan hubungan jelas antara intensitas seseorang dalam bersepeda dengan disfungsi ereksi maupun masalah infertilitas.

Dilansir dari Healthline, adapun cara untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi bila Anda masih ingin bersepeda, antara lain:

1. Ganti kursi sepeda dengan yang lebih luas dan tambahkan bantalan.
2. Turunkan setang, karena setang yang terlalu tinggi akan mengangkat bagian belakang kursi dan mengurangi tekanan pada perineum.
3. Kenakan celana pendek untuk mendapatkan lapisan pelindung ekstra.
4. Kurangi intensitas bersepeda
5. Sempatkahlah istirahat di tengah perjalanan dan campur latihan fisik harian Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Melonjak, Australia Tutup Perbatasan Negara Bagian Victoria

Kasus Covid-19 Melonjak, Australia Tutup Perbatasan Negara Bagian Victoria

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 13:18 WIB

Rutin Bersepeda saat Pandemi, Pria Perlu Waspada Soal Kesehatan Seksual

Rutin Bersepeda saat Pandemi, Pria Perlu Waspada Soal Kesehatan Seksual

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 13:12 WIB

Pasien Kanker Berisiko Meninggal Akibat Pandemi Virus Corona, ini Sebabnya

Pasien Kanker Berisiko Meninggal Akibat Pandemi Virus Corona, ini Sebabnya

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 11:52 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB