Array

Hanya Satu Suntikan, Obat ARV Injeksi Baru Ini Dinilai Efektif Mencegah HIV

Rabu, 08 Juli 2020 | 15:59 WIB
Hanya Satu Suntikan, Obat ARV Injeksi Baru Ini Dinilai Efektif Mencegah HIV
Ilustrasi suntikan (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit pada Selasa (7/7/2020) menunjukkan satu suntikan obat setiap bulan dapat mencegah penularan human immunodeficiency virus (HIV) secara lebih baik daripada obat tablet umum, yaitu Truvada.

Saat ini, Truvada dan Descovy, yang diproduksi oleh Gilead Sciences, merupakan satu-satunya obat yang disetujui BPOM Amerika Serikat (FDA US) untuk mencegah infeksi HIV. Metode ini disebut PrEP.

Jadi, Pre-Exposure Profilaksis atau PrEP merupakan metode yang dilakukan orang tanpa HIV tetapi berisiko tinggi tertular dengan mengonsumsi obat tablet satu kali sehari.

Dilansir dari New York Times, banyak orang tidak dapat atau tidak mau minum obat setiap hari untuk mencegah infeksi HIV, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah di mana pandemi virus corona mengganggu layanan dan akses ke obat-obatan antiretroviral (ARV).

"Saya pikir ini revolusioner," kata Dr. Rochelle Walensky, seorang peneliti di Universitas Harvard, tentang temuan obat suntikan ini.

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Temuan ini dipresentasikan pada konferensi AIDS 2020.

"Obat injeksi untuk jangka panjang bisa menjadi pilihan baru yang menarik," kata Dr. Monica Gandhi, seorang peneliti di University of California, San Francisco dan penyelenggara konferensi tersebut.

Percobaan acak obat antiretroviral injeksi dari cabotegravir ini dilakukan oleh H.I.V. Prevention Trials Network. Uji coba melibatkan hampir 4.600 pria dan wanita di 43 lokasi di tujuh negara.

Setiap peserta mendapat suntikan setiap dua bulan, baik cabotegravir atau plasebo dan minum Truvada atau tablet plasebo setiap hari.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Ceker Ayam: Bisa Jadi Obat Hingga Resep Ceker Pedas

Uji coba itu diperkirakan akan berlanjut hingga 2022, tetapi dihentikan pada Mei setelah analisis sementara menunjukkan cabotegravir sangat efektif.

Dr. Kimberly Smith, kepala penelitian dan pengembangan di Viiv Healthcare, pengembang obat ini, berharap perusahaan dapat mengajukan persetujuan kepada FDA pada awal 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI