Awas! Makan Garam Berlebih Bisa Bikin Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 11 Juli 2020 | 19:15 WIB
Awas! Makan Garam Berlebih Bisa Bikin Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Suara.com - Makan makanan dengan tinggi garam tidak hanya buruk untuk tekanan darah seseorang, tetapi juga untuk sistem kekebalan tubuh. Hal ini telah disimpulkan dalam penelitian di bawah kepemimpinan University Hospital Bonn. 

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Dilansir dari Science Daily, sukarelawan manusia yang mengonsumsi enam gram garam tambahan per hari juga menunjukkan kekurangan kekebalan tubuh.  Jumlah ini sesuai dengan kandungan garam dari dua makanan cepat saji. 

Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah maksimum garam yang harus dikonsumsi orang dewasa adalah 5 gram, kira-kira satu sendok teh. 

Namun kenyataannya, banyak orang yang melebihi batas ini. Robert Koch Institute menunjukkan bahwa rata-rata pria mengonsumsi sepuluh gram garam, sementara wanita lebih dari delapan gram sehari.

Bagaimanapun, natrium klorida yang merupakan nama dari garam ini meningkatkan tekanan darah dan dengan demikian meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. 

"Kami sekarang telah dapat membuktikan untuk pertama kalinya bahwa asupan garam yang berlebihan juga secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh," jelas Prof. Dr. Christian Kurts dari Institute of Experimental Immunology di University of Bonn.

Ilustrasi garam. (Shutterstock)
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Temuan ini terbilang tidak terduga karena beberapa studi menunjukkan arah yang berlawanan. Sebagai contoh, infeksi dengan parasit kulit tertentu pada hewan laboratorium sembuh lebih cepat secara signifikan jika mengkonsumsi makanan tinggi garam.

"Hasil kami menunjukkan bahwa generalisasi ini tidak akurat," tegas Katarzyna Jobin, penulis utama studi ini, yang sejak itu dipindahkan ke Universitas Würzburg. 

baca juga

Ada dua alasan mengapa parasit kulit tertentu sembuh lebih cepat secara signifikan jika mengkonsumsi makanan tinggi garam. Pertama, tubuh menjaga konsentrasi garam dalam darah dan berbagai organ sebagian besar konstan. 

Kalau tidak, proses biologis yang penting akan terganggu. Satu-satunya pengecualian utama adalah kulit karena berfungsi sebagai penampung garam tubuh. 

Inilah sebabnya asupan tambahan natrium klorida bekerja sangat baik untuk beberapa penyakit kulit. Sebaliknya, natrium dalam tubuh akan disaring oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin. Nah, di sinilah mekanisme kedua berperan, ginjal memiliki sensor natrium klorida yang mengaktifkan fungsi ekskresi garam. 

Tetapi, sebagai efek samping yang tidak diinginkan, sensor ini juga menyebabkan apa yang disebut glukokortikoid menumpuk di dalam tubuh. Hal ini pada gilirannya menghambat fungsi granulosit, jenis sel imun yang paling umum dalam darah.

Pada sukarelawan manusia, asupan garam yang berlebihan juga mengakibatkan peningkatan kadar glukokortikoid yang menghambat sistem kekebalan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Gula, Ini Kandungan Makanan yang Berisiko Sebabkan Diabetes

Bukan Cuma Gula, Ini Kandungan Makanan yang Berisiko Sebabkan Diabetes

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:36 WIB

Pakai Masker Bikin Kekebalan Tubuh Menurun, Mitos atau Fakta?

Pakai Masker Bikin Kekebalan Tubuh Menurun, Mitos atau Fakta?

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 00:05 WIB

Makan Buah dan Sayur Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Mitos atau Fakta?

Makan Buah dan Sayur Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Mitos atau Fakta?

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 04:05 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×