Perawatan Inhaler Mampu Turunkan Risiko Sakit Parah akibat Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 Juli 2020 | 19:48 WIB
Perawatan Inhaler Mampu Turunkan Risiko Sakit Parah akibat Virus Corona
Steroid inhaler (Freepik)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa dikendalikan jumlah kasusnya dengan perawatan inhaler. Perawatan ini mampu menurunkan risiko seseorang mengalami kondisi parah parah hingga 79 persen.

Sehingga, pasien Covid-19 di rumah sakit yang menerima pengobatan inhaler sebagai bagian dari penelitian, dua kali lebih mungkin pulih dibandingkan mereka yang menerima plasebo.

Obat yang dikenal sebagai SNG001 ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi Synairgen. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa obat meningkatkan pertahanan antivirus paru-paru pada pasien asma.

Dilansir dari The Sun, perawatan inhaler ini juga meningkatkan fungsi paru-paru selama infeksi pilek atau flu. Percobaan dilakukan atas dasar double-blind dan terkontrol plasebo.

Artinya, para peneliti maupun 101 pasien tidak mengetahui mereka menerima SNG001, formulasi khusus dari intergeron protein anti-viral beta 1a (IFN-beta) yang terjadi secara alami.

Analisis ini melibatkan pasien yang membutuhkan ventilator atau mengembangkan kondisi parah yang berisiko meninggal dunia. Hasilnya selama periode pengobatan hingga 16 hari menemukan risiko berkurang sebesar 79 persen pada pasien yang menerima obat dibandingkan dengan pasien yang menerima plasebo.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Selama periode pengobatan, frekuensi sesak napas juga sangat berkurang pada pasien yang menerima SNG001. Synairgen mengatakan bahwa tiga orang meninggal setelah diberi plasebo secara acak, sementara tidak ada kematian di antara mereka yang menerima obat.

Pada pasien virus corona Covid-19 yang parah saat masuk rumah sakit, pengobatan SNG001 meningkatkan kemungkinan mereka lebih cepat pulih dan keluar dari rumah sakit. Tapi, para peneliti mengatakan perbedaan dua pengobatan virus corona itu tidak terlihat signifikan secara statistik.

Profesor Tom Wilkinson, profesor kedokteran pernapasan di University of Southampton dan ketua peneliti, mengaku senang dengan hasil positif dari uji coba pengobatan ini.

"Hasil mengonfirmasi keyakinan kami bahwa interferon beta, obat yang dikenal luas dengan injeksi telah disetujui untuk digunakan dalam sejumlah indikasi lain. Selain itu, obat ini berpotensi besar sebagai obat hidup untuk mengembalikan kekebalan paru-paru, meningkatkan dan mempercepat pemulihan serta melawan dampak virus corona," kata Profesor Tom Wilkinson.

Profesor Stephen Holgate, profesor klinis Medical Immunopharmacology di University of Southampton dan salah satu pendiri Synairgen, menambahkan bahwa perawatan inhaler yang bertujuan dalam mengembalikan kekebalan paru-paru ini bisa membantu menetralkan virus.

Para ahli mengatakan mereka terkesan dengan hasilnya, tetapi sampel uji coba lebih dari 100 pasien ini relatif kecil. Prof Naveed Sattar, Profesor Kedokteran Metabolik, Universitas Glasgow, mengatakan akan lebih bagus lagi bila melihat hasil lengkap yang pernah dipresentasikan dan ditinjau oleh rekan sejawat agar lebih kuat.

"Langkah itu perlu dilakukan untuk mencari tahu adakah manfaat yang bervariasi di antara orang-orang dengan karakteristik risiko berbeda. Pekerjaan seperti itu akan membutuhkan uji coba yang lebih besar," jelas Prof Naveed.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecemasan dan Depresi, Bisa Jadi Tanda Virus Corona Menyerang Sistem Saraf

Kecemasan dan Depresi, Bisa Jadi Tanda Virus Corona Menyerang Sistem Saraf

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 16:59 WIB

Punya Bukti RS Rekayasa Kasus Covid-19, Lapor Ke Kemenkes Sekarang Juga!

Punya Bukti RS Rekayasa Kasus Covid-19, Lapor Ke Kemenkes Sekarang Juga!

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 16:08 WIB

Ribut-ribut Foto Jenazah Covid-19 yang Disoal Anji

Ribut-ribut Foto Jenazah Covid-19 yang Disoal Anji

Video | Senin, 20 Juli 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB