Pemodelan Baru Sebut 3 Perilaku Mudah Ini Tekan Penyebaran Virus Corona

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:47 WIB
Pemodelan Baru Sebut 3 Perilaku Mudah Ini Tekan Penyebaran Virus Corona
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa penyebaran virus corona mungkin bisa ditahan dengan tiga perilaku sederhana meski tanpa vaksin. Studi tersebut telah diterbitkan di jurnal PLoS Medicine pada Selasa (21/7/2020).

Ketiga perilaku sederhana tersebut adalah rutin mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak satu sama lain. 

Dilansir dari CNN, para peneliti membuat pemodelan baru untuk upaya pencegahan yang dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona.

"Epidemi besar dapat dicegah jika tindakan dilakukan lebih dari 50 persen," catat para peneliti dari University Medical Center Utrecht.

Ada tiga skenario dalam pemodelan tersebut. Pertama, jika publik terlambat merespon wabah, namun kemudian mengubah perilaku mereka maka dapat mengurangi jumlah kasus, tetapi tidak menunda puncak kasus.

Kedua, jika pemerintah melakukan lockdown lebih awal tetapi tidak ada yang mengambil langkah-langkah perlindungan pribadi (cuci tangan, pakai masker, jaga jarak), maka akan menunda puncak kasus tetapi tidak mengurangi jumlah puncak kasus. 

Ketiga, jika jarak fisik yang dipaksakan pemerintah dikombinasikan dengan kesadaran dan langkah-langkah pribadi, ketinggian puncak kasus bisa menurun, bahkan setelah pemerintah mengangkat pemberlakukan jarak sosial.

"Secara praktis, ini berarti bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menyebabkan wabah besar di negara yang 90 persen populasinya mengadopsi cuci tangan dan jarak ," catat para peneliti. 

Ilustrasi cuci tangan. (Dok: Pixabay)
Ilustrasi cuci tangan. (Dok: Pixabay)

Oleh karena itu, para penulis berpendapat bahwa pemerintah harus lebih banyak mengimbau masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kesadaran jaga jarak, cuci tangan, dan menggunakan masker.

baca juga

"Jika kita semua orang mengenakan masker selama empat, enam, delapan, hingga dua belas minggu ke depan maka penularan virus ini bisa berhenti," kata Dr. Robert Redfield, seorang virologis dan mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Dukungan terhadap perlindungan pribadi untuk menekan penyebaran virus juga dinyatakan oleh Brett Giroir, seorang anggota gugus tugas Covid-19 untuk Gedung Putih.

"Fakta-fakta sederhana ini benar-benar dapat menghentikan wabah tanpa membuat daerah Anda mati," ujar Brett Giroir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Akui Kasus Corona di Jakarta Melonjak, Satu Bulan 6.051 Pasien Baru

Anies Akui Kasus Corona di Jakarta Melonjak, Satu Bulan 6.051 Pasien Baru

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:18 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Telinga, Peneliti Temukan Buktinya

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Telinga, Peneliti Temukan Buktinya

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:19 WIB

Gadis 14 Tahun Dilecehkan di Pusat Karantina Covid-19, Pelaku Sesama Pasien

Gadis 14 Tahun Dilecehkan di Pusat Karantina Covid-19, Pelaku Sesama Pasien

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:18 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×