Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Telinga, Peneliti Temukan Buktinya

Angga Roni Priambodo | Shevinna Putti Anggraeni
Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Telinga, Peneliti Temukan Buktinya
Ilustrasi telinga, pendengaran (shutterstock)

Sebuah penelitian menemukan bukti bahwa virus corona Covid-19 bisa memicu gangguan telinga, seperti infeksi telinga dan masalah pendengaran.

Suara.com - Gejala virus corona Covid-19 umumnya meliputi batuk persisten, demam tinggi dan sesak napas. Tapi, para ahli masih mencari tahu gejala lain virus corona yang berbeda-beda pada setiap orang.

Para ilmuwan yang mempelajari virus corona Covid-19 pun menemukan gejala baru penyakit mematikan itu, salah satunya infeksi telinga dan tulang mastoid tengkorak.

Dalam sebuah penelitian kecil terhadap 3 pasien di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins, menemukan 2 pasien memiliki viral load Covid-19 yang tinggi di tengah telinga dan belakang telinganya.

Temuan ini menunjukkan bahwa dokter juga perlu memeriksa telinga orang yang menunjukkan gejala virus corona Covid-19. Sementara, ahli bedah perlu melihat telinga pasien sebelum melakukan prosedur otologi.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Kasus Positif Corona Naik karena Masyarakat Lengah

Penelitian yang dipublikasi di JAMA Otolaryngology - Head & Neck Surgery, mengambil spesimen menggunakan penyeka dan menyimpannya dalam larutan yang disebut media transportasi viral.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Dua dari tiga pasien yang menjalani tes medis pun mendapatkan hasil positif terinfeksi virus corona Covid-19. Mereka juga memiliki gejala yang terlihat di mastoid atau telinga tengah.

Seorang wanita usia 80 tahunan hanya memiliki virus corona di telinga tengah kanan. Sedangkan pria usia 60 tahunan memiliki virus di mastoid kiri dan kanan serta telinga kiri dan kanannya.

Menurut penelitian sebelumnya, virus corona Covid-19 telah dikaitkan dengan infeksi telinga atau masalah kesehatan selama pandemi.

"Identifikasi virus corona hidup dari efusi telinga tengah bisa memberikan implikasi pada para ahli bedah yang menangani peralatan seperti tabung isap karena rekomendasi biosafety CDC," jelas peneliti dikutip dari Daily Star.

Baca Juga: Jangan Belikan Anak-anak Masker, ini Alasannya Menurut Ahli!

Namun, para ahli mengatakan gangguan atau masalah pada telinga tak selalu menyiratkan gejala virus corona Covid-19. Kondisi ini bisa juga terjadi akibat masalah lainnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS