Kecurigaan Peneliti, China Sengaja Tutupi Kasus Awal Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 28 Juli 2020 | 09:06 WIB
Kecurigaan Peneliti, China Sengaja Tutupi Kasus Awal Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Pasar Makanan Laut Huanan, yang menjual makanan laut dan hewan liar merupakan pasar terbesar di China tengah yang lebih dari 1.000 kios. Pada akhir Desember 2019, pasar makanan laut di Wuhan, China itu masih ramai dengan pedagang dan pelanggan sebelum virus corona Covid-19 mulai merebak.

Tapi setelahnya, para pedagang pasar makanan laut mulai jatuh sakit di awal 2020. Kondisi itulah yang menjadi awal mula pandemi virus terburuk di dunia selama 100 tahun.

Tim investigasi, Panorama BBC: Coronavirus China CCover-Up pun meneliti awal mula munculnya virus corona Covid-19 dari China sampai akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Karena, virus corona ini telah merenggut 600 ribu nyawa dan melumpuhkan perekonomian dunia.

Desember 2019 lalu, beberapa pedagang dari pasar makanan laut yang jatuh sakit itu dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan gejala mirip pneumonia yang tidak biasa.

Kemudian, hasil uji laboratorium mereka keluar pada 27 Desember 2019 yang menyatakan semuanya menderita virus corona jenis lain yang mirip SARS.

Sebelumnya, wabah SARS tahun 2002 telah menewaskan 800 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperketat peraturannya sehingga setiap kasus virus corona baru yang berpotensi merebak harus dilaporkan dalam waktu 24 jam.

Ilustrasi Pasar Makanan Laut. (Shutterstock)
Ilustrasi Pasar Makanan Laut. (Shutterstock)

Tapi, China justru tidak mengonfirmasi bahwa mereka sedang menangani wabah virus corona Covid-19 sampai awal Januari 2020. Bahkan mereka masih menunggu 6 hari lagi sebelum memastikan itu adalah jenis baru dari infeksi virus corona mematikan tersebut.

Parahnya lagi, nampaknya China juga menyembunyikan fakta bahwa penyakit itu bisa menyebar antara manusia. Sedangkan petugas medis dan ilmuwan pun diminta diam mengenai kondisi tersebut.

Meski begitu, para dokter berusaha saling mengingatkan akan bahayanya virus corona jenis baru tersebut. Mereka berusaha melakukannya untuk mencegah penyebaran virus corona.

baca juga

Prof Li Lanjuan Zhejang, salah satu penasihat awal untuk pemerintah China setelah wabah awal virus corona pun menjelaskan alasan China seolah menutupi kasus tersebut.

"Pengumuman penularan virus sebelum konfirmasi akan menyebabkan kepanikan publik. Karena itu, kami memastikan fakta-faktanya sebelum memberikan informasi ke publik," jelas Prof Li Lanjuan Zhejang dikutip dari Mirror UK.

Liu Xiaoming, duta besar China untuk Inggris juga membela tindakan pemerintahnya di awal-awal pandemi virus corona Covid-19 yang terkesan menutupi kasus.

"Ketika Anda memiliki suatu informasi berbahaya bagi orang, itu akan berisiko memicu kepanikan. Karena itu, kita perlu memastikan tidak ada kepanikan," jelas Liu Xiaoming.

Pada 12 Januari 2020 pun kasus-kasus virus corona Covid-19 akhirnya telah terdiagnosis di Shenzhen, yang letaknya ribuan mil jauhnya dari Wuhan sebagai pusat wabah.

Profesor Kwok-Yung Yuen, dari Universitas Hong Kong dan orang yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi SARS pada tahun 2002 pun sempat diminta membantu meneliti virus corona jenis baru tersebut.

"Saya tahu seberapa efisien virus corona itu menyebar. Jika Anda tidak memanfaatkan setiap jam, maka Anda dalam masalah besar," jelas Profesor Kwok-Yung Yuen.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Saat tiba di Wuhan, Prof Yuen sempat mengunjungi pasar makanan laut yang diduga sebagai tempat pertama kasus virus corona Covid-19 pertama diidentifikasi. Bahkan virus corona itu diyakini telah menginfeksi manusia dan Prof Yuen menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

"Mereka memberi tahu saya tempat itu sangat kotor, banyak sekali hewan dan tikus berkeliaran," jelasnya.

Tapi, pasar makanan laut itu sudah ditutup 3 minggu sebelumnya dan didisinfeksi. Sementara, sampel yang diambil dari beberapa hewan di pasar makanan laut.

"Saat kami pergi ke pasar, tidak ada yang terlihat karena sudah dibersihkan. TKP juga sudah rusak sehingga kami tidak bisa mengidentifikasi apapun yang mungkin membawa virus dan menyebarkannya ke manusia," tuturnya.

Karena itu, Prof Yuen curiga bahwa pejabat pemerintah setempat berusaha menyamarkan kasus virus corona di Wuhan. Menurutnya, tak seharusnya pejabat pemerintah lokal tidak melakukan tindakan itu dengan cepat.

Sebaliknya, jika mereka mencoba menginformasikan kasus lebih cepat, maka korban wabah virus corona Covid-19 ini mungkin 100 kali lebih sedikit jumlahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Perawat Ini Ceritakan Gejala Aneh di Kaki

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Perawat Ini Ceritakan Gejala Aneh di Kaki

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 08:08 WIB

Satgas Covid-19: Media Kerap Bandingkan Data Indonesia dan Negara Lain

Satgas Covid-19: Media Kerap Bandingkan Data Indonesia dan Negara Lain

News | Senin, 27 Juli 2020 | 17:49 WIB

Doni Monardo: Seminggu Terakhir, Pasien Corona Capai 2 Ribu Kasus per Hari

Doni Monardo: Seminggu Terakhir, Pasien Corona Capai 2 Ribu Kasus per Hari

News | Senin, 27 Juli 2020 | 16:38 WIB

Terkini

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 08:11 WIB

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:56 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:53 WIB

×