Ahli Sebut Mandi Tak Perlu Pakai Sabun, Benarkah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 30 Juli 2020 | 14:10 WIB
Ahli Sebut Mandi Tak Perlu Pakai Sabun, Benarkah?
Ilustrasi mandi (shutterstock)

Suara.com - Umumnya orang pasti mandi menggunakan sabun setiap hari agar lebih bersih dan wangi. Faktanya, mandi pakai sabun setiap hai justru tidak bagus untuk tubuh Anda.

Menurut Dr James Hamblin, tidak ada gunanya mandi menggunakan sabun dan produk tambahan lainnya. Dalam bukunya "Clean: The New Science of Skin", Dr James mengatakan agen pembersih bisa memengaruhi keseimbangan mikrobioma alami.

"Kita berpendapat bahwa kulit sebagai penghalang untuk memisahkan dari dunia luar, semakin banyak pengetahuan tentang mikrobioma menunjukkan bahwa kulit bukan antarmuka yang dinamis dengan lingkungan kita," kata Dr James dikutip dari Daily Star.

Sederhananya, mengolesi tubuh kita dengan sabun bisa membingungkan respons alami tubuh kita terhadap kotoran.

Karena itu, Dr Hamblin memutuskan untuk meninggalkan sabun ketika mandi. Tapi, Dr Hamblin meninggalkan pemakaian sabun ketika mandi secara bertahap atau sedikit demi sedikit.

Ilustrasi mandi (shutterstock)
Ilustrasi mandi (shutterstock)

"Kulit saya berlahan-lahan menjadi tidak berminyak, saya tidak tidak lagi memiliki banyak bercak eksim. Aku tidak berbau seperti pohon pinus atau lavender, tapi aku juga tidak berbau seperti bawang pada ketiakku yang dulu selalu diolesi deodoran," jelas Dr Hamblin.

Meski begitu, Dr Hamblin tidak meminta semua orang untuk tidak mandi sama sekali. Dr Hamblin masih berpendapat bahwa mandi adalah ritual yang sangat penting.

Jika seseorang melewatkan mandi karena tidak ingin terlihat berminyak atau berbau seperti bawang. Dr Hamblin sendiri mengaku tidak mengeluarkan bau menyengat dan tidak berminyak badannya, meski tetap mandi.

Dr James Hamblin bukan satu-satunya ahli kesehatan yang memperingatkan tentang jangan menggosok tubuh dengan produk sabun setiap hari ketika mandi.

Sebuah peneliti juga telah menunjukkan bahwa menggosok tubuh memakai sabun setiap hari bisa mengupas kulit kita.

Makalah tahun 2013 juga mengatakan jerawat di badan bisa terjadi akibat gangguan mikrobioma tersebut. Bahkan situs web Harvard Health juga menyarankan untuk tidak mandi setiap hari.

"Mandi harian tidak meningkatkan kesehatan Anda, tapi bisa menyebabkan masalah kulit atau masalah kesehatan lainnya. Selain itu, kebiasaan ini juga membuang banyak air," jelas situs web tersebut.

Tak hanya kebiasaan pakai sabun, minyak, parfum dan aditif lain seperti sampo, kondisioner bisa menyebabkan masalah sendiri, seperti reaksi alergi.

Meskipun tidak ada frekuensi yang ideal, para ahli menyarankan bahwa mandi beberapa kali per minggu cukup untuk kebanyakan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ini Sebut Tidak Ada Gunanya Mandi Pakai Sabun, Kenapa?

Dokter Ini Sebut Tidak Ada Gunanya Mandi Pakai Sabun, Kenapa?

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 16:00 WIB

Mandi Cantik, 5 Onsen Modern di Jepang Ini Tawarkan Hal yang Berbeda

Mandi Cantik, 5 Onsen Modern di Jepang Ini Tawarkan Hal yang Berbeda

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2020 | 16:31 WIB

Greget! Dispenser Ditaruh di kamar Mandi Sebagai Pengganti Pemanas Air

Greget! Dispenser Ditaruh di kamar Mandi Sebagai Pengganti Pemanas Air

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:14 WIB

Terkini

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB