Dokter Ini Sebut Tidak Ada Gunanya Mandi Pakai Sabun, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 29 Juli 2020 | 16:00 WIB
Dokter Ini Sebut Tidak Ada Gunanya Mandi Pakai Sabun, Kenapa?
Ilustrasi mandi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Saat mandi, banyak orang menggunakan sabun dan sampo untuk membersihkan diri. Tapi, Dr James Hamblin, menyebut tidak ada gunanya menggunakan sabun dan produk mewah lainnya.

Dalam bukunya, Clean: The New Science of Skin, yang dirilis minggu ini, penulis mengatakan agen pembersih dapat mempengaruhi keseimbangan mikrobioma alami.

"Meski kita telah lama berpikir tentang kulit kita sebagai penghalang untuk memisahkan kita dari dunia luar, semakin banyak pengetahuan tentang microbiome menunjukkan bahwa kulit bukan antarmuka yang dinamis dengan lingkungan kita."

Ilustrasi mandi. (Unsplash/Hannah Xu)
Ilustrasi mandi. (Unsplash/Hannah Xu)

Sederhananya, mengolesi tubuh kita dengan sabun dapat membingungkan respons alami tubuh kita terhadap kotoran. Untuk alasan ini, Dr Hamblin telah memutuskan untuk tidak menggunakan produk sama sekali.

Dilansir dari Daily Star, ia mengatakan: “Ketika saya sedikit demi sedikit menggunakan semakin sedikit, saya mulai semakin membutuhkan.

“Kulit saya perlahan-lahan menjadi kurang berminyak, dan saya mendapatkan lebih sedikit bercak eksim.

"Aku tidak berbau seperti pohon pinus atau lavender, tapi aku juga tidak berbau seperti bau bawang yang biasa kudapatkan ketika ketiakku, yang dulu diplester deodoran, tiba-tiba pergi sehari tanpanya."

Meski Dr Hamblin tidak mengatakan kepada orang-orang untuk tidak mandi sama sekali, dia pikir kita harus mempertanyakan "ritual yang dianggap suatu keharusan".

“Jika Anda melewatkan satu hari mandi Anda tidak akan terlihat berminyak atau berbau seperti bawang. Saya tidak mengeluarkan bau menyengat dan saya tidak terlihat berminyak.

Baca Juga: Terbalik, Kamar Kos dalam Kamar Mandi Ini Dibilang Warganet kayak Penjara

James Hamblin bukan satu-satunya ahli kesehatan yang memperingatkan tentang menggosok diri dengan produk sabun setiap hari. Penelitian telah menunjukkan bahwa mandi dengan sabun setiap hari dapat mengupas kulit kita.

Sebuah makalah 2013 mengatakan jerawat dapat dikaitkan dengan gangguan microbiome ini. Situs web Harvard Health juga mengedepankan kasus untuk tidak mandi setiap hari.

“Mandi harian tidak meningkatkan kesehatan Anda, dapat menyebabkan masalah kulit atau masalah kesehatan lainnya - dan, yang terpenting, mereka membuang banyak air.
"Juga, minyak, parfum, dan aditif lain dalam sampo, kondisioner, dan sabun dapat menyebabkan masalah sendiri, seperti reaksi alergi (belum lagi biayanya).

Meskipun tidak ada frekuensi yang ideal, para ahli menyarankan bahwa mandi beberapa kali per minggu cukup untuk kebanyakan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI