Ekstrak Rumput Laut Disebut Bisa Lebih Baik dari Remdesivir untuk Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Jum'at, 31 Juli 2020 | 19:01 WIB
Ekstrak Rumput Laut Disebut Bisa Lebih Baik dari Remdesivir untuk Covid-19
Ilustrasi rumput laut. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut mungkin lebih efektif daripada remdesivir untuk perawatan pasien Covid-19. Remdesivir sendiri adalah obat antivirus yang kini banyak digunakan untuk perawatan pasien Covid-19.

Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cell Discovery. 

Melansir dari Medical News Today, SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) bereproduksi dengan cara menempel pada membran sel inang untuk membuat virus bereplikasi. Dengan cara inilah virus menyebar ke seluruh tubuh manusia.

Sebagai obat antivirus, remdesivir berkerja dalam tubuh dengan cara mengikat komponen virus yang menempel dalam sel inang. Hal ini yang akan membuat virus tidak dapat menginfeksi dan mereplikasi diri dalam sel. Lalu bagaimana dengan rumput laut?

Ada komponen pengencer darah bernama heparin di mana bisa didapatkan dari ekstraksi rumput laut. Pada penelitian ini, ada tiga varian heparin dan dua fucoidans terkait (suatu zat yang dapat diperoleh dari rumput laut coklat) yang digunakan untuk melihat seberapa efektif ketiganya sebagai umpan untuk SARS-CoV-2.

Remdesivir, obat buatan Gilead Sciences Inc yang digunakan untuk mengobati pasien virus corona COVID-19. [AFP]
Remdesivir, obat buatan Gilead Sciences Inc yang digunakan untuk mengobati pasien virus corona COVID-19. [AFP]

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa salah satu fucoidans dan dua ekstrak heparin memerlukan konsentrasi yang lebih rendah secara signifikan untuk mengurangi efektivitas virus hingga 50 persen daripada remdesivir.

Ketika digunakan dalam konsentrasi tinggi, ekstrak-ekstrak ini juga tidak  menimbulkan adanya toksisitas yang menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut cenderung aman untuk digunakan. 

Meskipun secara teori cukup menjanjikan, para peneliti menyatakan perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menguji apakah ekstrak rumput laut dapat dijadikan dasar dari obat antivirus SARS-CoV-2 baru.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Versi Injeksi Efektif Obati Covid-19, Gilead Kembangkan Remdesivir Inhaler

Versi Injeksi Efektif Obati Covid-19, Gilead Kembangkan Remdesivir Inhaler

Health | Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:05 WIB

Permintaan Naik, Remdesivir Dijual di Black Market dengan Harga Selangit!

Permintaan Naik, Remdesivir Dijual di Black Market dengan Harga Selangit!

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 15:10 WIB

Ahli Kesehatan Mengecam Perilaku AS yang Memborong Remdesivir

Ahli Kesehatan Mengecam Perilaku AS yang Memborong Remdesivir

Health | Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:51 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×