Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:04 WIB
Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?
Ilustrasi cabut gigi (Shutterstock)

Suara.com - Banyak mitos kesehatan yang beredar di masyarakat, salah satunya mitos yang mengatakan bahwa cabut gigi terutama gigi atas dapat menyebabkan kebutaan. Benarkah begitu?

Dikatakan dokter Spesialis Bedah Mulut drg. Jenny Gustasiana, Sp.BM, M.Kes, kesimpulan itu muncul karena adanya kaitan antara saraf gigi dan mata.

Karena itu, infeksi yang terjadi pada gigi harus di waspadai, khususnya gigi bagian atas yang berhubungan dengan saraf mata. Itu juga mengapa saat terjadi sakit gigi bagian gigi atas bisa menyebabkan pembengkakan di area mata.

"Apalagi (sakit) gigi atas, itu bisa bengkaknya sampai di bawah mata. Itu yang lebih berbahaya daripada pencabutanya gigi itu sendiri," ujar drg. Jenny dalam LIVE IG Eka Hospital, Rabu (12/8/2020).

Ia juga memastikan risiko kebutaan tidak akan terjadi selama pencabutan gigi dilakukan dengan benar oleh ahli di rumah sakit atau klinik gigi tersertifikasi dengan prosedur yang tepat.

"Pencabutan gigi kalau kita lakukan dengan baik dan benar dan bisa kita monitor hingga sembuh itu aman," jamin drg. Jenny.

Dibanding proses cabut gigi itu sendiri, infeksi dan nyeri gigi yang tidak terkontrol merupakan hal yang lebih mengkhawatirkan. Mengingat infeksi gigi yang terkontaminasi bakteri atau kuman tidak bisa diprediksi penyebarannya.

"Tapi infeksi gigi yang kita biarkan kita gak bisa kontrol itu infeksinya lari kemana, itu lebih berbahaya. Jadi sebaiknya jika memang ada gigi yang nggak bisa diipertahankan lagi ,diambil saja (cabut)," terangnya.

Meski demikian, dokter yang berpraktik di Eka Hospital Bekasi itu menyebutkan tidak semua sakit gigi harus langsung mendapat tindakan cabut ggi. Dokter biasanya akan mengobati atau meredakan nyerinya terlebih dahulu baru kemudian memberikan opsi cabut.

Baca Juga: WHO Minta Hindari Pergi Ke Dokter Gigi Saat Pandemi, Kenapa?

"Kalau misalnya gigi sudah hancur hingga menyebabkan nanah, antibiotik semua sudah masuk (dikonsumsi) sebaiknya diambil (cabut). Jadi kita gak bisa bilang kalau bengkak gak boleh diambil. Lihat dulu kondisinya seperti apa," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI