Ahli: Virus Corona Menyerang Sistem Saraf, Dampaknya ke Suasana Hati

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 15 Juli 2020 | 08:17 WIB
Ahli: Virus Corona Menyerang Sistem Saraf, Dampaknya ke Suasana Hati
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Depresi dan kecemasan yang terjadi pada pasien Covid-19 mungkin menunjukkan, bahwa virus telah memengaruhi sistem saraf. Hal ini dilaporkan pada sebuah penelitian internasional yang dipimpin oleh peneliti Universitas Kedokteran Cincinnati.

Dilansir dari Medical Xpress, dua gejala yang paling terkait dengan psikologi adalah penyerangan sistem saraf dengan hilangnya indra perasa dan pembau. 

"Satu-satunya unsur Covid-19 yang dikaitkan dengan suasana hati dan kecemasan yang tertekan adalah keparahan hilangnya bau dan rasa pada pasien. Ini adalah hasil yang tak terduga dan mengejutkan," kata Ahmad Sedaghat, MD, Ph.D., seorang associate professor dan direktur operasi rhinology di UC University of Medicine Departemen Otolaryngology-Head and Neck Surgery.

Sedaghat melakukan studi prospektif, studi kuesioner telepon yang meneliti karakteristik dan gejala dari 114 pasien yang didiagnosis dengan Covid-19 selama periode enam minggu di Kantonsspital Aarau, Swiss. 

Tingkat keparahan hilangnya bau atau rasa, sumbatan hidung, produksi lendir yang berlebihan, demam, batuk dan sesak napas selama Covid-19 dinilai.

Temuan ini telah diterbitkan secara daring di The Laryngoscope.

Pada saat pendaftaran dalam penelitian ini, ketika peserta mengalami Covid-19, sebanyak 47,4 persen peserta melaporkan setidaknya beberapa hari mengalami perasaan depresi per minggu. Sementara 21,1 persen melaporkan suasana hati depresi hampir setiap hari. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dalam hal keparahan, 44,7 persen dari peserta melaporkan mengekspresikan kecemasan ringan sementara 10,5 persen melaporkan kecemasan parah.

"Temuan tak terduga bahwa gejala Covid-19 yang berpotensi paling tidak mengkhawatirkan mungkin menyebabkan tingkat tekanan psikologis terbesar," kata Sedaghat. 

baca juga

"Kami pikir temuan kami menunjukkan kemungkinan bahwa tekanan psikologis dalam bentuk suasana hati atau kecemasan yang tertekan dapat mencerminkan penetrasi SARS-CoV-2 ke dalam sistem saraf pusat," tambahnya.

Sedaghat mengatakan para peneliti telah lama berpikir bahwa saluran penciuman mungkin merupakan cara utama virus corona memasuki sistem saraf pusat. 

"Gejala-gejala tekanan psikologis ini, seperti suasana hati yang tertekan dan kecemasan adalah gejala sistem saraf pusat jika hanya dikaitkan dengan berkurangnya indra penciuman Anda," kata Sedaghat.

"Ini mungkin mengindikasikan bahwa virus menginfeksi neuron penciuman, mengurangi indra penciuman dan kemudian menggunakan saluran penciuman untuk memasuki gejala saraf pusat," tambahnya.

Gejala sistem saraf pusat Covid-19 yang jarang dan  parah bisa berupa kejang atau perubahan status mental, tetapi suasana hati depresi hingga kecemasan mungkin merupakan gejala serangan virus di saraf pusat yang jauh lebih," jelas Sedaghat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Risiko yang Dialami Anak-Anak Selama Pandemi Covid-19

5 Risiko yang Dialami Anak-Anak Selama Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 05:10 WIB

Dikembangkan Buru-Buru, Vaksin Covid-19 Bisa Berisiko Buruk

Dikembangkan Buru-Buru, Vaksin Covid-19 Bisa Berisiko Buruk

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 06:35 WIB

Obat Radang Sendi Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Obat Radang Sendi Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×