Mesti Dihindari, Olahraga Jenis Ini Berisiko Tingkatkan Penularan Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Mesti Dihindari, Olahraga Jenis Ini Berisiko Tingkatkan Penularan Covid-19
Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)

Studi terbaru yang dilakukan oleh dokter dari American College of Sports Medicine (ACSM) telah menemukan bahwa jenis latihan tertentu, dapat meningkatkan risiko Covid-19.

Suara.com - Olahraga dipercaya sangat bermanfaat bagi tubuh. Mulai dari menjaga tetap bugar, mempercepat penurunan berat badan dan menjaga kekebalan tubuh.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, olahraga paling tidak dilakukan selama 30-45 menit setiap hari. Namun, sekarang, para ahli telah mencoba memperingatkan bahwa meski tetap aktif secara fisik dapat menjadi kunci untuk menangkal risiko Covid-19 sampai batas tertentu, beberapa jenis olahraga sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan risiko tertular infeksi.

Dilansir dari Times of India, telah terbukti benar bahwa olahraga membuat sistem metabolisme dan kekebalan Anda siap dan berfungsi dengan baik. Sistem kekebalan yang berfungsi kuat menjaga tubuh dalam kondisi baik dan menangkal risiko infeksi.

Selain itu, telah diteliti juga bahwa olahraga dapat menghentikan peradangan serta membuang racun berbahaya, bakteri, dan jenis virus tertentu dari paru-paru dan saluran udara Anda.

Ilustrasi kelelahan olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi kelelahan olahraga. (Shutterstock)

Beberapa penelitian juga mendukung bahwa olahraga meningkatkan jumlah antibodi pelawan penyakit dan leukosit di dalam tubuh, menjadikannya lebih bermanfaat.

Studi terbaru yang dilakukan oleh dokter dari American College of Sports Medicine (ACSM) telah menemukan bahwa jenis latihan tertentu, seperti latihan intensitas tinggi sebenarnya dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Covid19.

Oleh karenanya, akan lebih baik jika olahraga itu dihindari selama masa pandemi.

Laporan yang telah diterbitkan dalam jurnal Current Sports Medicine Reports, ACSM menunjukkan bahwa latihan intensitas tinggi tertentu dapat melelahkan dan melemahkan sistem kekebalan, membuat seseorang lebih rentan untuk tertular penyakit, yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 20 juta orang.

Para peneliti juga menyarankan orang-orang yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi untuk berlatih lebih berhati-hati. Mereka menyarankan bahwa masyarakat harus "menahan diri dari latihan yang melelahkan, melampaui batas, dan latihan berlebihan."

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi tidak hanya dapat melemahkan sistem kekebalan, tetapi juga membuat tubuh lebih stres dari biasanya, meningkatkan kemungkinan mengembangkan gangguan pernapasan, komplikasi dari COVID, serta meningkatkan risiko kematian.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS