Baik untuk Kesehatan Mental, Berikut 3 Manfaat Berpelukan

Minggu, 16 Agustus 2020 | 15:00 WIB
Baik untuk Kesehatan Mental, Berikut 3 Manfaat Berpelukan
It's Okay to Not Be Okay sebagai ilutrasi berpelukan (Instagram/@tvndrama.official)

Suara.com - Berpelukan mungkin sebuah tindakan afeksi yang sederhana. Namun, berpelukan rupanya memiliki berbagai manfaat luar biasa untuk kesehatan mental.

Meski begitu, tentu saja perlu diingat untuk tidak memeluk orang tak dikenal dengan sembarangan. 

Melansir dari Independent, berikut adalah beberapa manfaat berpelukan untuk kesehatan mental, antara lain:

Mengurangi Rasa Kesepian

Berpelukan membuat seseorang melepaskan oksitosin di otak yang dapat meningkatkan perasaan intim dan membantu merangsang ikatan sosial antara dua orang. Kadar oksitosin yang tinggi dapat meningkatkan keterikatan secara romantis, mengurangi perasaan kesepian, dan rasa terisolasi.

Tak hanya manusia, bahkan memeluk anjing peliharaan juga bisa memberikan manfaat yang sama. 

"Anjing entah bagaimana telah membajak jalur ikatan oksitosin ini, sehingga hanya dengan melakukan kontak mata atau bermain dan memeluk anjing, oksitosin dalam diri kita dan anjing meningkat," kata Profesor ilmu saraf kognitif, Brian Hare.

Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi

Selain oksitosin, penelitian menunjukkan bahwa memeluk seseorang dapat melepaskan dopamin di otak.

Baca Juga: Suplemen Vitamin D Disebut Tak Mengatasi Depresi, Simak Penjelasan Berikut

Ilustrasi pasangan kekasih berpelukan. (Unsplash/Candice Picard)
Ilustrasi pasangan kekasih berpelukan. (Unsplash/Candice Picard)

Hormon oksitosin sendiri dikenal sebagai hormon rasa senang yang terkait dengan peningkatan perasaan bahagia.

Orang dengan gangguan suasana hati, seperti depresi biasanya memiliki tingkat dopamin yang rendah, jadi berpelukan mungkin bisa membantu memperbaiki depresi meski hanya sedikit.

Membantu melindungi dari stres

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Carnegie Mellon University di Pittsburgh menyatakan bahwa berpelukan dapat mengurangi kerentanan seseorang terhadap stres. Penelitian ini dilakukan pada 404 orang dewasa sehat di tahun 2014.

Hubungan antara stres dan berpelukan adalah karena peserta merasakan tingkat dukungan sosial yang lebih besar ketika mendapatkan pelukan secara rutin. 

Peneliti juga menyatakan, ketika seseorang jauh dari stres maka akan mengurangi kemungkinan terkena berbagai infeksi dan penyakit. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI