alexametrics

Baik untuk Kesehatan Mental, Berikut 3 Manfaat Berpelukan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Baik untuk Kesehatan Mental, Berikut 3 Manfaat Berpelukan
It's Okay to Not Be Okay sebagai ilutrasi berpelukan (Instagram/@tvndrama.official)

Berpelukan ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan mental.

Suara.com - Berpelukan mungkin sebuah tindakan afeksi yang sederhana. Namun, berpelukan rupanya memiliki berbagai manfaat luar biasa untuk kesehatan mental.

Meski begitu, tentu saja perlu diingat untuk tidak memeluk orang tak dikenal dengan sembarangan. 

Melansir dari Independent, berikut adalah beberapa manfaat berpelukan untuk kesehatan mental, antara lain:

Mengurangi Rasa Kesepian

Baca Juga: Suplemen Vitamin D Disebut Tak Mengatasi Depresi, Simak Penjelasan Berikut

Berpelukan membuat seseorang melepaskan oksitosin di otak yang dapat meningkatkan perasaan intim dan membantu merangsang ikatan sosial antara dua orang. Kadar oksitosin yang tinggi dapat meningkatkan keterikatan secara romantis, mengurangi perasaan kesepian, dan rasa terisolasi.

Tak hanya manusia, bahkan memeluk anjing peliharaan juga bisa memberikan manfaat yang sama. 

"Anjing entah bagaimana telah membajak jalur ikatan oksitosin ini, sehingga hanya dengan melakukan kontak mata atau bermain dan memeluk anjing, oksitosin dalam diri kita dan anjing meningkat," kata Profesor ilmu saraf kognitif, Brian Hare.

Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi

Selain oksitosin, penelitian menunjukkan bahwa memeluk seseorang dapat melepaskan dopamin di otak.

Baca Juga: Kandungan Lithium di Air Minum Bisa Menurunkan Risiko Bunuh DIri

Ilustrasi pasangan kekasih berpelukan. (Unsplash/Candice Picard)
Ilustrasi pasangan kekasih berpelukan. (Unsplash/Candice Picard)

Hormon oksitosin sendiri dikenal sebagai hormon rasa senang yang terkait dengan peningkatan perasaan bahagia.