Ahli: Berpelukan Lebih Aman daripada Berjabat Tangan selama Pandemi Corona

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 10 Juni 2020 | 16:18 WIB
Ahli: Berpelukan Lebih Aman daripada Berjabat Tangan selama Pandemi Corona
Ilustrasi berpelukan.

Suara.com - Berpelukan disebut lebih aman daripada berjabat tangan untuk menghindari penularan virus corona Covid-19. Hal tersebut dinyatakan oleh seorang ahli virus Belgia, Dr. Marc Van Ranst.

Dilansir dari New York Post, pernyataanya datang ketika Belgia mengumumkan kelonggaran lockdown pada Senin (8/6/2020). Belgia juga telah membolehkan warganya untuk dapat bertemu 10 orang lain per minggu.

"Orang-orang diperbolehkan untuk saling berpelukan," kata ahli epidemiologi, Dr. Marc Van Ranst di Rega Institute for Medical Research.

Ia mengakui bahwa hal itu dibutuhkan untuk menunjukkan kasih sayang ketika mereka muncul setelah isolasi selama berbulan-bulan. Namun, Dr. Van Ranst menyarankan agar tidak melakukan jabat tangan.

"Berjabat tangan di meja konferensi, Anda tidak bisa melakukannya lagi," kata peneliti KU Leuven University tentang salam kulit ke kulit.

Penilaian Dr. Van Ranst bisa menjadi kelegaan bagi mereka yang ingin memiliki cara sopan untuk menolak memegang tangan di tengah Covid-19.

Tetapi perlu diingat, bahwa dibolehkannya berpelukan untuk tidak dijadikan ajang cari kesempatan.

Ilustrasi orang berjabat tangan
Ilustrasi orang berjabat tangan

"Lakukan pelukan bagi orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Anda," kata Dr. Van Ranst.

Sementara itu, Ahli Bedah Umum Amerika Serikat Jerome Adams mengklaim bahwa menyapa dengan menyenggolkan siku tetap merupakan cara paling aman, meskipun WHO menentang gerakan itu.

Menurut penelitian, berjabat tangan dapat menyebarkan virus antara dua insan manusia. Bisa saja seseorang yang mulanya sehat menjadi terinfeksi penyakit karena penyebaran virus saat berjabat tangan.

Sebelum wabah corona pecah, para ahli sudah merekomendasikan agar seseorang meminimalisir kegiatan berjabat tangan untuk mencegah penularan bakteri. Jika hal ini tak bisa dihindari, WHO menekankan pentingnya mencuci tangan setelahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Ada 4 Kasus Impor Virus Corona, Thailand Rencanakan Cabut Jam Malam

Hanya Ada 4 Kasus Impor Virus Corona, Thailand Rencanakan Cabut Jam Malam

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 14:24 WIB

Kasus Baru Corona Capai 1.043, dr Erlina Ngaku Ada Senangnya, Ini Alasannya

Kasus Baru Corona Capai 1.043, dr Erlina Ngaku Ada Senangnya, Ini Alasannya

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 14:35 WIB

Bakal Beroperasi Lagi, Taman Pintar Gelar Simulasi Kamis Besok

Bakal Beroperasi Lagi, Taman Pintar Gelar Simulasi Kamis Besok

Jogja | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB