Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:13 WIB
Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?
Ilustrasi anak-anak (shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Para ilmuwan pun menemukan virus corona Covid-19 bisa menyebabkan diabetes tipe 1 pada anak-anak.

Sebelumnya, jumlah pasien virus corona Covid-19 baru meningkat 2 kali lipat di rumah sakit barat laut London. Sebanyak 30 anak-anak dirawat di rumah sakit dengan diabetes tipe 1 baru antara 23 Maret hingga 4 Juni 2020.

Bahkan hampir tiga perempat dari anak-anak yang menjalani perawatan di rumah sakit mengalami diabetes ketoasidosis (DKA), yaitu komplikasi serius diabetes. Setengah dari mereka pun mengalami kondisi yang parah.

Para ahli menyarankan orangtua untuk berhati-hati terhadap kelelahan, dehidrasi, sering buang air kecil dan penurunan berat badan yang bisa mengindikasikan kondisi tersebut.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Tapi, hanya ada 5 dari 30 anak penderita diabetes tipe 1 yang dites positif virus corona Covid-19. Para penelitian pun mengatakan kasus-kasus itu bisa saja tidak terdeteksi.

Namun, tingkat virus corona Covid-19 di antara anak-anak rendah. Terhitung hanya satu dari setiap 100 kasus di Inggris adalah anak-anak selama gelombang pertama pandemi virus corona Covid-19.

Peneliti dari Public Health England (PHE) mengatakan data itu mengonfirmasi bahwa anak-anak bukanlah sumber infeksi virus corona Covid-19. Anak-anak juga sangat tidak mungkin meninggal karena virus corona Covid-19.

Para peneliti di Imperial College London pun tidak bisa membuktikan bahwa virus corona Covid-19 menyebabkan diabetes tipe 1, tetapi mereka mengklaim ada hubungannya.

"Kami yakin penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan hubungan potensial antara virus corona Covid-19 dan perkembangan diabetes tipe 1 pada anak-anak," ujar Dr Karen Logan dikutip dari The Sun.

baca juga

Selain London, China dan Italia juga mengalami peningkatan jumlah anak-anak dengan diabetes tipe 1 dan kedua negara itu juga mencapai angka kasus yang tinggi.

Julian Hamilton-Shield, profesor diabetes dan endokrinologi metabolik di Universitas Bristol, mengatakan temuan itu mencerminkan bukti anekdot dari seluruh Inggris dalam beberapa bulan terakhir.

Perlu dipahami bahwa diabetes adalah kondisi seumur hidup yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa atau gula dalam darah. Diabetes tipe 1 sendiri biasanya terjadi pada masa kanak-kanak atau sebelum usia 40 dan tidak terkait obesitas.

Kondisi ini bisa diobati dengan suntikan insulin harian atau pompa insulin. Namun, kondisi ini juga bisa mengancam jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bedakan Batuk Biasa dengan Virus Corona Covid-19, Begini Caranya

Bedakan Batuk Biasa dengan Virus Corona Covid-19, Begini Caranya

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:07 WIB

Hakim Positif Corona, PN Jakarta Pusat Tetap Gelar Sidang Seperti Biasa

Hakim Positif Corona, PN Jakarta Pusat Tetap Gelar Sidang Seperti Biasa

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 10:41 WIB

Hampir 5.000 Kasus Covid-19 Per Hari di Filipina, Kota Manila Lockdown

Hampir 5.000 Kasus Covid-19 Per Hari di Filipina, Kota Manila Lockdown

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 21:55 WIB

Terkini

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 15:46 WIB

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:45 WIB

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:37 WIB

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:35 WIB

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:31 WIB

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB

×