Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB
Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok
ilustrasi mobil listrik
baca 10 detik
  • Produsen otomotif Amerika mendesak Kongres mengesahkan undang-undang permanen guna melarang masuknya kendaraan buatan Tiongkok.
  • Aliansi industri beralasan bahwa praktik perdagangan tidak adil dan risiko keamanan nasional mengancam pasar domestik.
  • Larangan permanen berpotensi menghapus akses konsumen Amerika terhadap kendaraan listrik berharga terjangkau dan kompetitif.

Suara.com - Industri otomotif Amerika Serikat menghadapi tekanan baru seiring desakan sejumlah produsen kendaraan domestik agar pemerintah memberlakukan undang-undang yang secara permanen menghalangi masuknya mobil buatan Tiongkok ke pasar lokal.

Langkah ini diambil saat produsen Tiongkok makin memperkuat posisi di pasar Eropa lewat model-model kompetitif. Amerika Serikat sendiri telah menerapkan tarif impor sebesar 100 persen terhadap kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok, di samping pembatasan berbasis keamanan data.

Menurut laporan  Alliance for Automotive Innovation yang mewakili produsen dan pemasok komponen mendesak Kongres AS mengesahkan undang-undang khusus untuk memastikan larangan tersebut berlaku jangka panjang.

CEO aliansi John Bozzella menyebut praktik perdagangan tidak adil serta risiko keamanan nasional sebagai alasan utama menutup akses pasar AS bagi Tiongkok. Ia menyoroti pertumbuhan penjualan mobil Tiongkok di Eropa sebagai gambaran ancaman bagi produsen domestik. Menjelang 2026, konsumen Eropa dilaporkan telah membeli lebih dari satu juta kendaraan buatan Tiongkok.

Tren ini mengkhawatirkan produsen besar seperti General Motors, Volkswagen, dan Toyota yang menguasai pangsa pasar signifikan di AS. Di sisi lain, isu konektivitas digital yang mengumpulkan data pribadi pengguna turut memicu kontroversi privasi.

Minat konsumen Amerika terhadap kendaraan Tiongkok terus meningkat lantaran harga lebih terjangkau dan teknologi yang kompetitif. Kemampuan Tiongkok memproduksi EV berbiaya rendah dinilai dapat melemahkan daya saing merek-merek Amerika.

Meski demikian, pelarangan total bukan tanpa risiko. Pemerintah AS harus menyeimbangkan perlindungan industri serta lapangan kerja dalam negeri dengan kebutuhan konsumen akan pilihan kendaraan yang terjangkau. Penerapan larangan permanen berpotensi membuat konsumen Amerika kehilangan akses terhadap opsi kendaraan yang lebih efisien dan kompetitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 17:10 WIB

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:06 WIB

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:05 WIB

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:02 WIB

200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikat Halal, Siap Sambut Pariwisata Ramah Muslim

200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikat Halal, Siap Sambut Pariwisata Ramah Muslim

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:01 WIB

Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial

Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:00 WIB

Tablet Motorola Rp5,7 Jutaan Ini Punya Layar 2,5K dan Baterai 10.200 mAh

Tablet Motorola Rp5,7 Jutaan Ini Punya Layar 2,5K dan Baterai 10.200 mAh

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:58 WIB

5 Shio Paling Beruntung Minggu Kedua November 2026, Ada Peluang Rezeki dan Cinta!

5 Shio Paling Beruntung Minggu Kedua November 2026, Ada Peluang Rezeki dan Cinta!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:56 WIB

Lebih Baik Shutdown atau Sleep Laptop saat Jeda Kerja? Ini Pilihan yang Aman

Lebih Baik Shutdown atau Sleep Laptop saat Jeda Kerja? Ini Pilihan yang Aman

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:55 WIB

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:48 WIB

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:46 WIB

×