Cek Sekarang, Intensitas Buang Air Besar Anda Juga Bisa Jadi Tanda Diabetes

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:30 WIB
Cek Sekarang, Intensitas Buang Air Besar Anda Juga Bisa Jadi Tanda Diabetes
Ilustrasi buang air besar (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Meski demikian, masih ada saja masyarakat yang belum mendapat informasi yang baik tentang gejala dari seorang yang menderita diabetes.

Tentu cara terbaik untuk mengetahui seorang terkena diabetes tipe dua ialah dengan memeriksakannya ke dokter. Tapi, ada sejumlah tanda yang bisa dicurigai sebagai gejala diabetes. Salah satunya ialah diare.

"Orang dengan salah satu bentuk diabetes mengalami banyak gejala dan komplikasi yang sama. Salah satu komplikasi tersebut adalah diare," kata situs medis Healthline.

Dilansir dari Express UK, orang dengan diabetes mungkin sering harus buang air besar di malam hari dalam jumlah yang signifikan. Tidak dapat mengontrol buang air besar, atau mengalami inkontinensia, juga umum terjadi pada orang yang menderita diabetes.

Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)
Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)

Jika mengalami kondisi tersebut sebaiknya segera temui dokter. Mereka akan melihat profil kesehatan Anda dan menilai kadar gula darah Anda.

"Karena neuropati dianggap menghubungkan diabetes dan diare, mencegah kemungkinan neuropati dapat mengurangi kemungkinan diare persisten."

Namun, hanya karena Anda mengalami diare, bukan berarti Anda menderita diabetes. Diare sangat umum terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, dan biasanya disebabkan oleh sakit perut.

Keracunan makanan dan gastroenteritis adalah penyebab diare paling umum. Anda biasanya dapat mengobati diare di rumah dengan obat bebas.

Banyak orang mungkin menderita diabetes tanpa menyadarinya, karena tanda dan gejalanya belum tentu membuat Anda merasa tidak enak badan.

baca juga

Gejala diabetes yang umum termasuk luka atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, rasa haus yang tak terpuaskan, dan buang air kecil lebih banyak dari biasanya.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Anda harus berbicara dengan dokter jika Anda khawatir dengan tanda atau gejala diabetes, atau jika Anda merasa berisiko.

Mendiagnosis kondisi secara dini sangat penting, karena pasien lebih berisiko mengalami beberapa komplikasi yang mematikan, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Bersendawa dan Sulit Berhenti, Awas Risiko Penyakit Ini

Sering Bersendawa dan Sulit Berhenti, Awas Risiko Penyakit Ini

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:55 WIB

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:55 WIB

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:13 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB