Berkaca dari Barli Asmara, Bisakah Radang Otak Disembuhkan?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 28 Agustus 2020 | 19:10 WIB
Berkaca dari Barli Asmara, Bisakah Radang Otak Disembuhkan?
Barli Asmara meninggal dunia. (instagram @barliasmara)

Suara.com - Indonesia kehilangan salah satu desainer muda terbaiknya. Barli Asmara dikabarkan meninggal dunia, kemarin (27/8/2020) akibat radang otak.

Sebelum meninggal dunia, Barli Asmara sempat menjalani perawatan di ICU rumah sakit di Bali. Ia juga baru pindah ke Bali sebulan lalu.

"(Meninggal karena), radang otak kena virus Toxo," kata Mutia Wisnu melalui pesan singkat, Kamis (27/8/2020).

Kabar duka itu terasa mendadak. Barli selama ini terlihat sangat sehat di setiap penampilannya. Berkaca dari kasus Barli, bisakah radang otak disembuhkan?

Dilansir laman Johns Hopkins Medicine, radang otak atau juga disebut ensefalitis disebabkan oleh infeksi atau respons autoimun. Peradangan menyebabkan otak membengkak, yang dapat menyebabkan sakit kepala, leher kaku, kepekaan terhadap cahaya, kebingungan mental, dan kejang.

Mana yang lebih sering Anda pikirkan, makan atau bercinta?
Ilustrasi radang otak. 

Ensefalitis menyerang 10–15 orang per 100.000 setiap tahun, dengan lebih dari 250.000 pasien didiagnosis dalam dekade terakhir saja di A.S. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang lebih muda.

Anda harus segera menemui dokter jika Anda mengalami gejala yang mungkin tidak mengganggu saat itu. Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu adalah kunci keberhasilan pemulihan dari ensefalitis.

Kunci untuk bertahan hidup dari ensefalitis adalah deteksi dini dan pengobatan yang efektif untuk penyebab yang mendasari. Tim spesialis yang bekerja sama merupakan faktor penting dalam perawatan yang optimal.

Pasien ensefalitis mungkin memerlukan perawatan di ICU sehingga penyedia layanan kesehatan dapat mengawasi kejang, pembengkakan otak, gagal napas, atau perubahan irama jantung.

Baca Juga: Mengenang Sosok Barli Asmara, Intip Kembali 5 Potret Liburannya Berikut Ini

Perawatan ensefalitis tergantung pada penyebab dan gejala yang mendasari, dan mungkin termasuk:

  • Obat antivirus untuk melawan infeksi virus yang mempengaruhi otak.
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri yang menyebabkan ensefalitis.
  • Imunoterapi, seperti steroid, antibodi intravena (IVIg) atau pertukaran plasma, untuk mengatasi jenis ensefalitis autoimun tertentu.
  • Pengobatan atau terapi lain untuk mengontrol kejang.
  • Sebuah selang pernapasan, kateter urin, atau selang makanan mungkin diperlukan jika ensefalitis orang tersebut telah menyebabkan hilangnya kesadaran.
  • Pasien dengan ensefalitis yang mengalami kejang yang tidak merespons obat anti kejang dengan baik dapat memperoleh manfaat dari diet ketogenik, yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat.

Semua perawatan itu telah terbukti efektif dalam mengurangi kejang pada epilepsi yang resistan terhadap obat pada anak-anak dan orang dewasa, serta pada pasien dengan ensefalitis autoimun seperti ensefalitis reseptor anti-NMDA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI