Waduh, Nyamuk Malaria Mulai Resisten dari Semprotan Insektisida!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 01 September 2020 | 15:14 WIB
Waduh, Nyamuk Malaria Mulai Resisten dari Semprotan Insektisida!
Penyemprotan nyamuk di Singapura. (AFP)

Suara.com - Insektisida rencananya akan disebarkan secara luas di rumah-rumah di Afrika untuk memerangi nyamuk pembawa parasit malaria. Dua tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan izin untuk penggunaan pestisida clothianidin, yang sudah lama digunakan untuk membunuh hama tanaman, sebagai 'senjata' terhadap nyamuk malaria.

Namun, pestisida ini sudah mulai kehilangan keefektifannya karena nyamuk menjadi semakin resisten.

Para ilmuwan di Pusat Penelitian Penyakit Menular Kamerin atau Cameroon’s Centre for Research in Infectious Diseases (CRID) menemukan sebuah pestisida baru untuk mengatasi masalah ini.

Dilansir dari Science Magazine, mereka baru-baru ini mengambil sampel nyamuk, termasuk dua pembawa utama malaria, dari daerah pedesaan dan perkotaan di sekitar Yaoundé, Ibu Kota Kamerun.

Dalam satu uji kerentanan standar, paparan clothianidin selama satu jam membunuh 100% Anopheles coluzzii. Namun, hanya mampu membunuh 45% nyamuk jenis Anopheles gambiae.

Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi nyamuk malaria (Sumber: Shutterstock)

Corine Ngufor, ahli entomologi medis di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan studi ini tampaknya menjadi laporan pertama tentang resistensi yang jelas terhadap clothianidin pada nyamuk malaria.

"Ini mungkin menyebar sangat cepat dan membuat kelas baru insektisida hampir tidak berguna untuk mengendalikan vektor malaria dalam beberapa tahun," kata Ngufor mengingatkan.

Colince Kamdem, pemimpin penelitian tersebut, mengatakan penggunaan neonicotinoid (kelas bahan kimia dari clothianidin) dalam pertanian kemungkinan besar mendorong munculnya generasi nyamuk yang resisten.

"WHO tidak akan merekomendasikan insektisida ini lagi jika data seperti itu tersedia," dia berpendapat.

baca juga

Tiaan de Jager, direktur Institut Universitas Pretoria untuk Pengendalian Malaria Berkelanjutan di Afrika Selatan, mengatakan penelitian tersebut menunjukkan pentingnya menguji vektor malaria untuk mengetahui resistensi terhadapinsektisida sebelum menerapkannya.

"Ini membuktikan betapa pentingnya menyesuaikan metode pengendalian dengan suatu wilayah," jelas de Jager.

Ngufor menambahkan, dibutuhkan bahan kimia insektisida lain untuk mengendalikan nyamuk malaria resisten ini.

WHO belum meninjau studi tersebut karena belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review, kata Deusdedit Mubangizi, koordinator penilaian 'prakualifikasi' atas produk farmasi aktif dan obat-obatan, termasuk insektisida.

Namun menurutnya, bahan kimia tersebut masih bisa menjadi aset dalam mengendalikan nyamuk.

"Resistensi terhadap clothianidin jauh lebih jarang dibandingkan dengan insektisida alternatif lain yang digunakan saat ini," katanya. Tetapi berapa lama hal itu akan bertahan adalah hal yang tidak diketahui, ujar de Jager.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Virus Corona Tingkatkan Kematian Akibat TB, HIV, hingga Malaria

Pandemi Virus Corona Tingkatkan Kematian Akibat TB, HIV, hingga Malaria

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 16:11 WIB

Selain Covid-19 dan Malaria, Hidroksiklorokuin Juga Untuk Pasien Autoimun

Selain Covid-19 dan Malaria, Hidroksiklorokuin Juga Untuk Pasien Autoimun

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 20:41 WIB

Ilmuwan NIH Menemukan Target Baru untuk Pengobatan Malaria

Ilmuwan NIH Menemukan Target Baru untuk Pengobatan Malaria

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 17:21 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×