Ilmuwan NIH Menemukan Target Baru untuk Pengobatan Malaria

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Senin, 03 Agustus 2020 | 17:21 WIB
Ilmuwan NIH Menemukan Target Baru untuk Pengobatan Malaria
Malaria pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkhawatirkan peningkatkan kasus malaria secara global tahun ini.

Pada April lalu mereka telah memperingatkan bahwa kematian akibat malaria dapet meningkat dua kali lipat tahun ini karena virus corona, yang telah mengganggu pencegahan dan pengobatan malaria.

Terlebih obat antimalaria seperti klorokuin serta hidroksiklorokuin justru dijadikan obat eksperimental untuk mengatasi Covid-19.

Untungnya, penyakit ini sepenuhnya dapat dicegah dan diobati.

Dalam penelitian terobosan, para ilmuwan di National Institute of Health (NIH) telah menemukan target baru untuk perawatan anti-malaria.

Nyamuk aedes aegypti. (Dok: Shutterstock)
Nyamuk yang membawa parasit malaria (Dok: Shutterstock)

Dilansir The Health Site, penelitian yang bekerja sama dengan lembaga lain ini dirancang untuk memahami mekanisme infeksi parasit malaria.

Para peneliti telah menemukan satu kelompok saluran atau lubang yang memungkinkan pengangkutan lipid (molekul seperti lemak) dan parasit plasmodium falciparum (penyebab jenis malaria paling berbahaya) di antara sel darah merah.

Parasit menarik lipid dari sel darah merah untuk bertahan hidup dan tumbuh di dalam tubuh inang.

Penemuan studi ini memungkinkan perawatan yang dapat menghalangi aliran nutrisi untk membuat parasit itu kelaparan.

baca juga

Mencegah Penularan Malaria

Selagi peneliti mencari perawatan tersebut, kita sendiri dapat mencegah penularannya. WHO merekomendasikan dua bentuk pengendalian vektor, yaitu kelambu berinsektisida dan penyemprotan rumah atau Indoor Residual Spraying (IRS).

Spray anti nyamuk. (Shutterstock)
Spray anti nyamuk. (Shutterstock)

WHO juga merekomendasikan penggunaan obat-obatan antimalaria. Untuk pelancong, organisasi kesehatan di bawah PBB itu menyarankan chemoprophylaxis, yang menekan tahap infeksi malaria, sehingga malaria dapat dicegah.

Untuk wanita hamil yang tinggal di daerah penularan sedang hingga tinggi, pengobatan pencegahan dengan sulfadoksin dan pirimetamin yang dianjurkan pada setiap kunjungan antenatal yang dijadwalkan setelah trimester pertama.

Hal ini juga berlaku untuk bayi yang tinggal di daerah transmisi tinggi, WHO merekomendasikan 3 dosis pengobatan pencegahan dengan sulfadoksin dan pirimetamin, yang harus diberikan bersamaan dengan vaksinasi rutin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kematian HIV, TB dan Malaria Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Studi: Kematian HIV, TB dan Malaria Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:22 WIB

Basmi Malaria, Amerika Serikat Gunakan Nyamuk Mutan

Basmi Malaria, Amerika Serikat Gunakan Nyamuk Mutan

Tekno | Kamis, 11 Juni 2020 | 09:15 WIB

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Apes! Perampok WNA di Kawasan Citra Raya Cikupa Berhasil Diringkus, Kini Resmi Berstatus Tersangka

Apes! Perampok WNA di Kawasan Citra Raya Cikupa Berhasil Diringkus, Kini Resmi Berstatus Tersangka

Banten | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:06 WIB

Membangun Karakter Finansial Generasi Alpha Melalui Inovasi Digital BRImo Junior

Membangun Karakter Finansial Generasi Alpha Melalui Inovasi Digital BRImo Junior

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:05 WIB

BRI Hadirkan Fasilitas Multiguna Eksklusif Peringati HUT United Tractors

BRI Hadirkan Fasilitas Multiguna Eksklusif Peringati HUT United Tractors

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Siapkan Pidana 15 Tahun bagi Pelaku Sabotase dan Manipulasi Pusat Data Nasional

DPR Siapkan Pidana 15 Tahun bagi Pelaku Sabotase dan Manipulasi Pusat Data Nasional

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Klok Optimistis Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Klok Optimistis Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Ketika Pemerintah Memuja UMKM, tapi Gagal Menyediakan Pekerjaan yang Layak

Ketika Pemerintah Memuja UMKM, tapi Gagal Menyediakan Pekerjaan yang Layak

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Karhutla Riau Diklaim Nihil, Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Lain

Karhutla Riau Diklaim Nihil, Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Lain

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×