Studi: Konsumsi Makanan Rendah Glikemik Bisa Meringankan Jerawat

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 01 September 2020 | 16:27 WIB
Studi: Konsumsi Makanan Rendah Glikemik Bisa Meringankan Jerawat
Ilustrasi Kulit Berjerawat (Shutterstock)

Suara.com - Makanan tertentu bisa memperparah masalah kulit, khususnya jerawat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menjalani pola makan rendah glikemik disebut bisa memperbaiki jerawat. 

Menurut Alodokter, makanan dengan indeks glikemik rendah adalah makanan yang bisa dicerna tubuh secara perlahan. Makanan jenis ini bisa didapatkan dari kacang-kacangan, buah-buahan (tidak termasuk buah kering), sayuran, talas, dan makanan yang terbuat dari biji-bijian.

Melansir dari Science Daily, penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition meneliti pria berjerawat berusia 15 sampai 25 tahun yang mengikuti pola makan rendah glikemik. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan rendah glikemik disebut mengalami penurunan lesi jerawat daripada mereka yang mengonsumsi makanan kaya karbohidrat.

"Studi tersebut menemukan bahwa dalam 12 minggu, lesi jerawat menurun lebih banyak pada pria yang menerapkan pola makan rendah glikemik dibandingkan mereka yang tidak mempertimbangkan indeks glikemik dalam pola makan," kata dokter kulit Susan C. Taylor, MD, FAAD, asisten profesor klinis dermatologi di College of Physicians and Surgeons di Columbia University di New York. 

"Ini menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara membatasi makanan kaya karbohidrat dalam pola makan pasien berjerawat dan perbaikan pada jerawat mereka, tetapi lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini," imbuhnya seperti yang dikutip dari Science Daily.

Sementara itu, beberapa pasien berjerawat telah memperhatikan bahwa makanan tertentu memperburuk kondisi kulit. Beberapa makanan tersebut adalah coklat, makanan berminyak, minuman ringan, kacang tanah, hingga makanan tinggi lemak.

"Pasien yang memperhatikan hubungan sebab-akibat antara makan makanan tertentu dan timbulnya jerawat harus menghindari makanan tersebut," kata dokter Taylor. 

"Namun, mengikuti diet ketat juga tidak menjamin hilangknya jerawat. Saran terbaik adalah makan makanan yang seimbang dan ikuti rencana perawatan yang direkomendasikan oleh dokter kulit Anda," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Skincare, Konsumsi Makanan Sehat Juga Berpengaruh pada Kulit

Bukan Cuma Skincare, Konsumsi Makanan Sehat Juga Berpengaruh pada Kulit

Health | Selasa, 01 September 2020 | 15:53 WIB

Bahannya Simpel, 3 Cara Membuat Ramuan Jus Wortel untuk Mengatasi Jerawat

Bahannya Simpel, 3 Cara Membuat Ramuan Jus Wortel untuk Mengatasi Jerawat

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2020 | 12:47 WIB

Manfaat Jus Wortel untuk Perawatan Wajah, Ternyata Bisa Bantu Usir Jerawat

Manfaat Jus Wortel untuk Perawatan Wajah, Ternyata Bisa Bantu Usir Jerawat

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2020 | 08:05 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB