Jangan Pernah Buang Masker Medis Sembarangan, Ini Bahayanya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 September 2020 | 07:15 WIB
Jangan Pernah Buang Masker Medis Sembarangan, Ini Bahayanya
Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/leo2014)

Suara.com - Menggunakan masker telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di seluruh dunia. Ketika berbicara tentang masker, ada yang bisa digunakan kembali dan yang sekali pakai.

Untuk yang pertama, kita semua tahu apa yang harus dilakukan setelah memakainya, yakni mencuci bersih dan dijemur sebelum digunakan lagi

Tapi bagaimana masker bedah sekali pakai? Banyak yang kemudian membuangnya secara sembarangan.

Mulai saat ini, sebaiknya jangan buang masker medis sekali pakai sembarangan. Dilansir dari Asia One, meskipun masker berfungsi sebagai alat pelindung terhadap tetesan virus corona saat dikenakan, benda itu dapat menjadi bahaya jika tidak dibuang dengan benar.

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

Penelitian telah menunjukkan bahwa virus corona dapat bertahan berjam-jam di udara dan hingga berhari-hari di permukaan. Kemungkinan infeksi tinggi ketika permukaan ini dibiarkan terbuka dan kita menyentuhnya.

Dr Wong Chen Seong, seorang konsultan di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, mengatakan bahwa masker yang dibuang secara tidak benar dapat menjadi masalah kesehatan potensial jika orang-orang bersentuhan dengannya.

“Cara penularan virus ke orang lain dengan cara ini adalah melalui kontak - yaitu, jika orang lain secara tidak sengaja menyentuh masker kotor, dan kemudian wajah mereka sendiri,” jelas Dr Wong.

Dr Leong Hoe Nam, seorang ahli penyakit menular di Mount Elizabeth Novena Specialist Center, mengatakan bahwa masker yang terpapar juga memiliki "risiko kecil" untuk menularkan virus melalui udara.

Awal tahun ini, laporan tentang masker yang dibuang tergeletak di tempat umum, membuat marah warga Singapura. Tidak hanya dianggap mengotori, itu juga meningkatkan risiko penularan virus dan potensi bahaya bagi satwa liar.

baca juga

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu juga ditemukan seekor burung camar dengan kaki terjerat masker wajah.

Tali elastis telah mengencang di sekitar kaki burung camar dan persendiannya bengkak dan sakit, tanda yang jelas bahwa masker tersebut telah ada di sana selama beberapa waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 yang Sembuh Kembali Dirawat dan Berita Populer Lainnya

Pasien Covid-19 yang Sembuh Kembali Dirawat dan Berita Populer Lainnya

Health | Kamis, 03 September 2020 | 20:41 WIB

Dokter Top Kanada Sarankan Pakai Masker Saat Berhubungan Seks, Ini Sebabnya

Dokter Top Kanada Sarankan Pakai Masker Saat Berhubungan Seks, Ini Sebabnya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2020 | 22:10 WIB

Antisipasi Penularan COVID-19, Dokter Sarankan Pakai Masker Saat Bercinta

Antisipasi Penularan COVID-19, Dokter Sarankan Pakai Masker Saat Bercinta

Banten | Kamis, 03 September 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×