- Tim SAR gabungan mengerahkan helikopter untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda sejak Selasa.
- Pencarian korban pada hari ketiga diperluas menjadi enam sektor seluas 2.483 nautical mile persegi dengan dukungan berbagai peralatan canggih.
- Operasi pencarian melibatkan banyak unsur gabungan dan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca bergelombang tinggi demi keselamatan personel di lapangan.
Suara.com - Tim SAR gabungan mengerahkan helikopter dalam pencarian terhadap 5 jurnalis usai hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Mereka hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Kralatu.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604, dikerahkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, helikopter tersebut membawa tujuh orang kru on board.
Ketujuh kru helikopter tersebut yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
“Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Al Amrad menuturkan, hingga kini Rim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap kapal cepat tersebut yang dikabarkan hilang kontak sejak Selasa (8/9) lalu.
“Seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” tandasnya.
Diketahui, sebuah kapal cepat dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kapal cepat tersebut berisi lima orang jurnalis, beserta seorang kapten kapal, satu orang kru kapal, dan seorang guide
Diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap lima orang jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kelima jurnalis tersebut hilang bersama seorang kapten kapal, ABK, dan seorang guide. Sebelum hilang kontak, lima orang jurnalis tersebut ingin melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, area pencarian pada hari ketiga diperluas menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat, dengan dukungan sejumlah kapal dan RIB.
Al Amrad mengatakan perluasan sektor dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap seluruh korban.
“Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.