Konsultan Gizi: Jaga Pola Makan Jadi Cara Paling Sederhana Cegah Kanker

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 08 September 2020 | 16:03 WIB
Konsultan Gizi: Jaga Pola Makan Jadi Cara Paling Sederhana Cegah Kanker
Ilustrasi pola makan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Obesitas atau kelebihan berat badan bisa jadi pemicu timbulnya penyakit tidak menular berbahaya termasuk kanker. Hal tersebut diucapkan oleh Konsultan Gizi, DR. Dr. Samuel Oetoro MS SpGK (K) di hadapan media.

"Jumlah makan jangan terlalu banyak. Kalau kebanyakan bisa mengalami obesitas. Itu pemicu kanker, terutama pada wanita bisa jadi pemicu kanker payudara,"kata Samuel Oetoro dalam webinar asuransi kanker FWD, Selasa (8/9/2020).

Samuel menambahkan, teratur dengan jadwal makan juga sangat penting. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit maag supaya tidak mengalami asam lambung naik hingga menyebabkan GERD. Menurut Samuel, jika masalah asam lambung naik terus berulang dalam waktu lama, hal itu bisa menyebabkan kanker pada lambung atau tenggorokan.

Selain itu, penting juga untuk menentukan jenis makanan yang dikonsumsi yang mengonsumsi cukup kadar karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan tubuh.

Samuel menyarankan sebagai sumber energi sebaiknya jangan pilih karbohidrat sederhana seperti tepung, gula, dan mi.  "Karbo sederhana itu kalau dimakan, dia cepat dicerna, jadi akan membuat gula darah naik secara cepat. Itu bisa memicu kanker. Penderita kanker juga jangan banyak makan gula," jelasnya.

Sementara sumber protein juga harus pilih yang sehat. Sumber protein yang baik bisa didapat dari hewan seperti ikan dan ayam.

Samuel tidak menyarankan daging merah untuk mendapatkan protein, karena justru bisa memicu kanker.  "Bahaya juga kadar lemaknya, kadar kolesterolnya. Karena mengandung zat yang bisa berubah jadi mikro karsinogen, pemicu kanker," jelasnya.

Untuk asupan lemak, Samuel menyampaikan bahwa yang diperlukan tubuh adalah lemak sehat yang mengandung omega 3. Kandungan itu bisa didapat dengan mengonsumsi ikan salmon, tuna, tongkol, juga ikan kembung. 

Tetapi juga harus diperhatikan cara pengolahannya. ia menyarankan jangan memasak ikan dengan digoreng karena pemanasan dari minyak goreng bisa membuat ikan mengandung lemak jahat.

baca juga

Agar lebih sehat, cara pengolahan bisa diganti dengan di-steam atau dikukus. "Hindari gorengan. Semua minyak kalau dipanaskan akan rusak," tutup Samuel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsultan Gizi Mengingatkan, Ini Lho Makanan yang Bisa Sebabkan Kanker!

Konsultan Gizi Mengingatkan, Ini Lho Makanan yang Bisa Sebabkan Kanker!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:44 WIB

Obat Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus, Begini Metodenya!

Obat Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus, Begini Metodenya!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:56 WIB

Urine Kemerahan, Waspadai Tanda Kanker Prostat

Urine Kemerahan, Waspadai Tanda Kanker Prostat

Health | Selasa, 08 September 2020 | 11:57 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat

Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan

Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×