Penelitian: Diet Rendah karbohidrat Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma

Sabtu, 12 September 2020 | 19:05 WIB
Penelitian: Diet Rendah karbohidrat Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma
Ilustrasi diet keto atau diet rendah karbohidrat. (Shutterstock)

Suara.com - Diet keto atau diet rendah karbohidrat sering dilakukan sebagian orang untuk menurunkan berat badan. Tetapi bagi sebagian orang yang telah mencobanya, diet itu bukan sekadar menurunkan berat badan tetapi juga memberi manfaat lain. Salah satunya, berdasarkan penelitian terbaru, adalah meningkatkan jumlah sperma dan gairah seksual pada pria gemuk.

Penelitian itu dilakukan oleh Universitas de Sao Paulo, Brasil, dan telah dipresentasikan dalam Kongres Obesitas Eropa dan Internal 2020. Para peneliti mengamati dua pria gemuk yang melakukan program mirip dengan diet keto. Hasilnya bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan kualitas sperma mereka.

Dalam kasus pertama, berat badan peserta turun sekitar 27 kilogram dalam tiga bulan setelah mengikuti diet keto. Persentase lemak tubuhnya turun dari 42 persen menjadi 34 persen. Sedangkan kualitas sperma meningkat hampir 100 persen berdasarkan persentase sperma motil dalam sampel uji. Kadar testosteron juga meningkat lebih dari dua kali lipat.

Peserta kedua kehilangan sekitar 9 kilogram berat tubuhnya dalam waktu tiga bulan dan persentase lemak tubuhnya turun dari 26 persen menjadi 21 persen. Kualitas sperma juga meningkat dan jumlahnya secara drastis menjadi lebih dari 100 juta lebih, diuji dalam sampel tes akhir. Tetapi, secara mengejutkan kadar testosteron pasien sedikit menurun.

Para peserta mengikuti rencana diet yang disebut Pronokal, metode penurunan berat badan komersial yang diluncurkan di Spanyol pada 2004. Rencana diet itu berbeda dari keto tradisional. Bukan hanya sekadar diet rendah karbohidrat atau mengonsumsi karbohidrat kurang dari 50 gram sehari, tetapi juga membatasi asupan kalori hanya 800 per hari.

Meskipun penelitian ini berskala sangat kecil, ada bukti yang mendukung anggapan bahwa diet rendah karbohidrat dapat bermanfaat bagi kesehatan seksual dan peningkatan asupan lemak dapat mendukung tingkat sperma yang sehat.

Studi yang lebih lama juga menghubungkan tingkat asupan lemak makanan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko testosteron.

Walau begitu, perlu diingat bahwa diet yang sangat ketat dapat menimbulkan efek samping, terutama dalam jangka panjang. Kabar baiknya, seseorang tidak harus mengikuti diet yang sangat keras untuk meningkatkan kesehatan seksual.

Bisa dilakukan dengan melakukan perubahan pola makan yang sehat dalam pola makan rutin. Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi makanan olahan bisa menurunkan jumlah sperma yang buruk. Sementara makan lebih banyak ikan dan sayuran bisa tingkatkan jumlah sperma yang lebih baik, dorongan seks yang meningkat, dan fungsi seksual yang lebih baik secara keseluruhan.

Baca Juga: Mudah & Simple, Ini Cara Turunkan Berat Badan Secara Cepat Menurut Sains

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI