Peneliti Amerika: Peminum Kopi Punya Keunggulan untuk Melawan Kanker Usus

Yasinta Rahmawati
Peneliti Amerika: Peminum Kopi Punya Keunggulan untuk Melawan Kanker Usus
Ilustrasi perempuan minum kopi. (Sumber: Shuttertsock)

Konsumsi kopi dikaitkan dengan kelangsungan hidup lebih lama pada pasien dengan kanker kolorektal, kata studi tersebut.

Suara.com - Minum kopi telah lama dikaitkan dengan manfaat mencegah berbagai penyakit. Dalam sebuah studi baru pun menemukan beberapa cangkir kopi sehari, dikaitkan dengan kelangsungan hidup yang lebih lama dan risiko perkembangan kanker lebih rendah pada pasien dengan kanker kolorektal, kanker yang tumbuh di jaringan usus besar.

Para peneliti dari Dana-Farber Cancer Institute menemukan bahwa pada 1.171 pasien yang dirawat karena kanker kolorektal metastatik, yang melaporkan minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari cenderung hidup lebih lama secara keseluruhan. Selain itu, mereka memiliki waktu lebih lama sebelum penyakit jadi memburuk dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Bahkan ditemukan, peserta yang minum kopi dalam jumlah yang lebih banyak atau lebih dari empat cangkir sehari, memiliki manfaat yang lebih besar. Manfaat ini dimiliki kopi berkafein maupun tanpa kafein.

"Diketahui bahwa beberapa senyawa dalam kopi memiliki antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat lain yang mungkin aktif melawan kanker," kata Chen Yuan, rekan penulis studi dan rekan peneliti di Dana-Farber Cancer Institute, dikutip dari USA Today.

Baca Juga: Studi Canada: Virus Corona dapat Membantu Ilmuwan Melawan Kanker

Gejala kanker kolorektal sendiri termasuk perubahan gerakan usus, pendarahan rektal, darah pada tinja dan sakit perut.

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi (shutterstock)

Namun, penulis penelitian menekankan bahwa laporan tersebut hanya dapat menemukan hubungan, bukan sebab-akibat. Para ahli pun mengatakan studi tersebut tidak memberikan bukti yang cukup untuk merekomendasikan minum kopi setiap hari untuk orang yang menderita kanker.

"Meskipun terlalu dini untuk merekomendasikan asupan tinggi kopi sebagai pengobatan potensial untuk kanker kolorektal, penelitian kami menunjukkan bahwa minum kopi tidak berbahaya dan berpotensi bermanfaat," kata Dr. Kimmie Ng, penulis senior studi dan ahli onkologi di Dana- Farber.

Studi ini menambah banyak literatur tentang kopi yang semula dipandang negatif menjadi positif. McCullough mengatakan kopi dulunya sebagian besar dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, tetapi sebagian besar telah dibantah ketika para peneliti mulai mengetahui efek merokok dan penggunaan tembakau.

Studi Harvard lainnya menemukan pada 2017 orang dengan kanker kolorektal yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari setelah diagnosis mereka memiliki risiko kematian dini yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kopi.

Baca Juga: Yuk! Ngopi di Warkop Mitra 3R Samarinda, Segelas Kopi Dibayar Sampah

Studi terbaru lainnya juga menemukan peminum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hati.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS