Hari Alzheimer Sedunia: Menuju Indonesia Ramah Demensia Ramah Lansia 2025

Vania Rossa, Luthfi Khairul Fikri

Senin, 21 September 2020 | 09:01 WIB
Hari Alzheimer Sedunia: Menuju Indonesia Ramah Demensia Ramah Lansia 2025
Ilustrasi demensia.(Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, tepat tanggal 21 September 2020, diperingati sebagai Alzheimer Day atau Hari Alzheimer Sedunia. Perayaan tersebut bertujuan agar masyarakat meningkatkan kesadaran akan penyakit ini.

Penyakit alzheimer sendiri merupakan hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian. Depresi dan perubahan perilaku merupakan gejala awal alzheimer yang kerap muncul, sebelum penderita mengalami masalah hilang ingatan atau kepikunan.

Namun masih banyak orang tidak tahu penyakit alzheimer. Karena itu, gejala awal penyakit ini pun jarang disadari oleh orang-orang.

Menurut data statistik dari Alzheimer's Disease International, pada tahun 2016, orang dengan demensia di Indonesia berjumlah 1,2 juta jiwa, dan diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 1,9 juta dan 2050 menjadi 4 juta jiwa.

“Kita perlu meningkatkan kesadaran secara menyeluruh. Dan menghilangkan stigma di kalangan masyarakat mengenai penyakit alzheimer, karena setiap orang bisa terdiagnosis demensia (pikun),” ujar Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia, Michael Dirk Roelof Maitimoe kepada Suara.com, Senin (21/09/2020).

Pemerintah Indonesia, beserta Alzheimer Indonesia (ALZI), bersinergi bersama untuk mengedukasi masyarakat akan hal penyakit ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya juga menyediakan ALZI Center untuk menjadikan sumber layanan dan informasi yang terpadu, sehingga masyarakat mendapatkan informasi secara penuh mengenai alzheimer.

“Terdapat korwil ALZI di 21 kota untuk menjadwalkan sesi online konsultasi didampingi dokter untuk mendapat informasi. Namun, terpenting di sini keluarga juga bisa menjadi caregiver, sehingga penanganan alzheimer dapat dimulai dari orang-orang terdekat,” kata dia.

AZLI Indonesia juga mendukung kegiatan Rencana Aksi Nasional Demensia Plan yang diluncurkan Kemenkes pada bulan Maret 2016 yang merupakan bagian dari pemerintah mengadopsi global public health response on dementia 2017-2025 dengan hampir 200 negara lainnya di WHO, Geneva. Hal ini bertujuan agar lansia, ODD, dan caregiver terlindungi, mendapatkan layanan diagnosa treatment care yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup.

baca juga

Kegiatan ini diharapkan tidak berbasis ad hoc namun terintegrasi bersama dengan Alzheimer Indonesia dan multi disiplin mitra lainnya demi terwujudnya Indonesia Ramah Demensia Ramah Lansia 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Alzheimer Sedunia, Ketahui Bedanya dengan Demensia dan Pikun

Hari Alzheimer Sedunia, Ketahui Bedanya dengan Demensia dan Pikun

Health | Senin, 21 September 2020 | 08:43 WIB

Studi: Perempuan dengan Kesuburan Lebih Lama Tingkatkan Risiko Demensia

Studi: Perempuan dengan Kesuburan Lebih Lama Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Minggu, 20 September 2020 | 20:13 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini Kondisi Lupa yang Bisa Jadi Tanda Penyakit

Jangan Anggap Sepele, Ini Kondisi Lupa yang Bisa Jadi Tanda Penyakit

Health | Minggu, 20 September 2020 | 18:25 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×