Hari Lansia Internasional, Simak 5 Penyakit Paling Umum pada Orang Tua

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 01 Oktober 2020 | 14:49 WIB
Hari Lansia Internasional, Simak 5 Penyakit Paling Umum pada Orang Tua
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Suara.com - Sehat hingga usia tua memang dambaan setiap orang, sehingga berbagai upaya dilakukan sejak muda. Namun nyatanya ada beberapa penyakit yang paling umum dirasakan oleh orang dengan usia lanjut atau lansia (60 tahun ke atas). 

Memperingati Hari Lansia Internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 Oktober, Suara.com merangkum beberapa penyakit yang paling sering dialami oleh lansia, antara lain:

1. Arthritis

Melansir dari Everyday Health, penyakit arthritis menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lansia. 

"Arthritis mungkin adalah kondisi nomor satu yang dihadapi orang berusia 65 tahun atau lebih," kata ahli geriatri Marie Bernard, MD, wakil direktur National Institute on Aging di Bethesda, Maryland.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memperkirakan bahwa arthritis memengaruhi 49,7 persen dari semua orang dewasa di atas usia 65 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan menurunkan kualitas hidup lansia. 

Lansia perempuan panjang umur. (Shutterstock)
Lansia perempuan panjang umur. (Shutterstock)

2. Penyakit Jantung

Menurut CDC, penyakit jantung tetap menjadi pembunuh utama orang dewasa di atas usia 65 tahun, terhitung 489.722 kematian lansia AS pada tahun 2014. Sebagai kondisi kronis, penyakit jantung mempengaruhi 37 persen pria dan 26 persen wanita 65 tahun ke atas. 

"Seiring bertambahnya usia, mereka akan hidup dengan faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi," kata Dr. Bernard.

baca juga

Untuk menurunkan risiko penyakit jantung, dokter Bernard menyarankan agar melakukan pola hidup sehat. "Olah raga, makan dengan baik, istirahatlah yang nyenyak. Makan dengan baik berarti makan dengan cara yang memungkinkan Anda untuk menjaga berat badan yang sehat dengan pola makan yang seimbang," saran Bernard. 

3. Kanker

Menurut CDC, kanker adalah penyebab utama kematian kedua di antara orang di atas usia 65 tahun, setidaknya ada 413.885 kematian pada 2014. CDC juga melaporkan bahwa 28 persen pria dan 21 persen wanita di atas usia 65 tahun hidup dengan kanker. 

Padahal jika kanker diketahui lebih awal melalui pemeriksaan, seperti mammogram, kolonoskopi, dan pemeriksaan kulit berbagai jenis kanker masih dapat diobati. 

4. Penyakit Pernapasan

Penyakit pernapasan bawah kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyebab kematian ketiga paling umum di antara orang berusia 65 tahun ke atas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Hari Lansia Internasional: Ciptakan Dunia Aman untuk Orang Tua

Sejarah Hari Lansia Internasional: Ciptakan Dunia Aman untuk Orang Tua

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:33 WIB

Studi: Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Meski Digunakan Pasien Lanjut Usia

Studi: Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Meski Digunakan Pasien Lanjut Usia

Health | Rabu, 30 September 2020 | 17:31 WIB

Tak Mau Ketinggalan Tren, Grup Model Nenek-Nenek Viral di TikTok

Tak Mau Ketinggalan Tren, Grup Model Nenek-Nenek Viral di TikTok

Lifestyle | Rabu, 30 September 2020 | 13:03 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×