Cegah DBD di Musim Hujan, Gerakan 3M Masih Disarankan

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Kamis, 08 Oktober 2020 | 09:27 WIB
Cegah DBD di Musim Hujan, Gerakan 3M Masih Disarankan
Ilustrasi digigit nyamuk, DBD. (Pexels.com)

Suara.com - Penyakit demam berdarah dengue atau DBD memang kerap menjadi momok menakutkan setiap kali musim hujan datang. Hal ini lantaran penyakit ini bisa menyerang siapapun, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Demam berdarah juga dikenal sebagai demam breakbone, yaitu penyakit yang ditularkan melalui vektor, yang disebabkan oleh empat virus berbeda dan disebarkan oleh nyamuk Aedes betina.

Bila digigit, gejala umumnya termasuk nyeri otot, tulang dan sendi, ruam, demam tinggi, sakit kepala berdenyut, muntah, dan rasa mual. Gejala ini dapat berkisar dari ringan hingga berat.

Tapi, yang tidak banyak diketahui masyarakat, dampak yang ditimbulkan dari penyakit DBD bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Terlebih tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang tersedia untuk mengobati demam berdarah. Karena itu, demi terhindar DBD, setiap warga dihimbau untuk menerapkan gerakan 3M dalam mengantisipasi penyebaran penyakit mematikan ini saat memasuki peralihan musim penghujan.

Humas Puskesmas Cileungsi, dr. Sri wijayanti, menyebutkan bahwa kasus DBD pada setiap tahunnya memang sangat berbahaya di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya selalu melakukan upaya untuk mencegah penyakit tersebut.

“Pertama menguras. Jadi dinding bak atau tempat penampungan air, perlu disikat untuk dapat terbuang jentik nyamuk,” ujar Humas Puskesmas Cileungsi, dr. Sri Wijayanti saat dihubungi Suara.com, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, telur nyamuk ini menetas dua hari setelah menyentuh air. Sedangkan untuk setiap harinya, nyamuk bertelur sebanyak tiga kali. Meski demikian, telur nyamuk pun ternyata tahan di tempat kering hingga waktu enam bulan.

Selain itu, tindakan menguras juga perlu didukung dengan menutup segala tempat penampungan air. Bila ada tempat penampungan air yang sulit dikuras, dianjurkan memberikan larvasida, atau racun larva serangga.

Sedangkan, mengenai tindakan mengubur barang bekas, sebenarnya dapat diikuti dengan aksi menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai. Hal ini dikarenakan kemampuan terurai barang bekas di dalam tanah membutuhkan waktu yang lama.

Dia juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan kelambu sebagai penutup tempat tidur agar terhindar gigitan nyamuk jenis apapun saat sedang tidur. Penggunaan obat anti nyamuk juga disarankan, namun sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada DBD Saat Musim Hujan, Kenali Gejala Demamnya

Waspada DBD Saat Musim Hujan, Kenali Gejala Demamnya

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:34 WIB

Puncak Musim Hujan di Jawa Akan Jatuh pada Januari - Februari 2021

Puncak Musim Hujan di Jawa Akan Jatuh pada Januari - Februari 2021

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2020 | 21:40 WIB

Jaga Kesehatan Tubuh di Musim Hujan, Perlu Lakukan 5 Hal Ini

Jaga Kesehatan Tubuh di Musim Hujan, Perlu Lakukan 5 Hal Ini

Sumsel | Senin, 28 September 2020 | 09:20 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB