Waspada DBD Saat Musim Hujan, Kenali Gejala Demamnya

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:34 WIB
Waspada DBD Saat Musim Hujan, Kenali Gejala Demamnya
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia kini tengah memasuki musim pancaroba yang merupakan pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan. Masyarakat pun diminta untuk waspada karena berbagai penyakit datang seperti salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kasus DBD ini karena nyamuk aedes aegypti yang biasanya datang musim pancaroba seperti ini,” ujar Humas Puskesmas Cileungsi, dr. Sri Wijayanti saat dihubungi Suara.com, Rabu (7/10/2020).

Aedes aegypti sendiri merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain itu aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Ilustrasi nyamuk (Pexels.com)
Ilustrasi nyamuk (Pexels.com)

Perlu diketahui juga, demam berdarah menyebar melalui gigitan nyamuk betina yang mentransmisikan virus DBD. Nyamuk ini biasanya menyerang di siang dan petang hari, baik di dalam maupun di luar rumah. 

Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang tergenang dan jarang terbang menjauh lebih dari 200 meter dari tempat berkembang biak.

Menurutnya, penting bagi penderita DBD yang digigit nyamuk aedes aegypti untuk mengenali sejak dini agar bisa cepat diobati. Jika tidak, efek dari gigitan nyamuk aedes aegypti itu akan membuat penderita mengalami demam tinggi selama tiga hari, lalu kembali menurun.

Namun, penurunan demam itu ternyata bukan tanda akan sembuh, melainkan telah memasuki masa kritis yang membuat trombositnya semakin menurun.

“Jadi penderitanya lemas dan darahnya akan kental, kalau tidak segera ditangani penderita akan mengalami komplikasi lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, penderita DBD juga akan mengalami pecah pembuluh darah yang terjadi adanya pendarahan dari hidung, hingga ke gigi. “Itu harus hati-hati karena jika tidak dilakukan pengobatan bisa mengakibatkan hal yang tidak terduga terjadi,” beber dr. Sri.

baca juga

Dia menyarankan penderita demam berdarah untuk segera berobat ke dokter dan biasanya diharuskan untuk istirahat penuh di rumah (bed rest). Sebagian besar penderita akan pulih dalam dua minggu, namun dengan syarat pasien perlu menjaga pola hidup sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Tiga Kasus Demam Babi Afrika Ditemukan Di Jerman

Waduh, Tiga Kasus Demam Babi Afrika Ditemukan Di Jerman

Health | Selasa, 06 Oktober 2020 | 07:10 WIB

Virus Corona Belum Beres, Jerman Diserang Demam Babi Afrika

Virus Corona Belum Beres, Jerman Diserang Demam Babi Afrika

Batam | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 10:57 WIB

Ahli Amerika Temukan Demam Berdarah Beri Kekebalan untuk Lawan Covid-19

Ahli Amerika Temukan Demam Berdarah Beri Kekebalan untuk Lawan Covid-19

Health | Selasa, 22 September 2020 | 17:25 WIB

Terkini

Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses

Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan

Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cara Sistem Tukar Baterai VinFast Hapus Kekhawatiran Pengguna Motor Listrik

Cara Sistem Tukar Baterai VinFast Hapus Kekhawatiran Pengguna Motor Listrik

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul

Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kenyang Asam Garam, Alasan Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Kenyang Asam Garam, Alasan Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:30 WIB

The Shawshank Redemption: Kisah Harapan dan Kebebasan di Balik Jeruji Penjara

The Shawshank Redemption: Kisah Harapan dan Kebebasan di Balik Jeruji Penjara

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Skin Tint Adalah Base Makeup yang Bagaimana? Ini 3 Rekomendasi dengan Hasil Flawless

Skin Tint Adalah Base Makeup yang Bagaimana? Ini 3 Rekomendasi dengan Hasil Flawless

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:28 WIB

×