- Jurnalis Turki Burhan Can Terzi diperiksa polisi di pengadilan atas laporan transfer Jamal Musiala ke Galatasaray.
- Kejaksaan Negeri Bakirkoy menyelidiki Terzi karena dugaan menyebarkan informasi menyesatkan terkait klaim kesepakatan transfer pada akhir Juli 2026.
- Galatasaray secara resmi membantah rumor kepindahan pemain tersebut yang disebarkan oleh sang jurnalis di berbagai platform digital.
Suara.com - Jurnalis asal Turki Burhan Can Terzi harus berurusan dengan aparat hukum lantaran laporannya mengenai bursa transfer pemain.
Burhan Can digelandang aparat kepolisian Turki ke pengadilan untuk dimintai keterangan terkait laporannya mengenai rumor transfer Jamal Musiala, ke Galatasaray.
Menukil laporan Merhaba, Burhan Can diminta keterangan oleh Kejaksaan Negeri Bakirkoy di kasus dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan kepada publik.
Kasus ini bermula dari pernyataan Terzi mengenai kemungkinan Jamal Musiala meninggalkan Bayern Munich dan bergabung dengan Galatasaray.
Pada akhir Juli 2026, Terzi menyampaikan klaim bahwa telah terjadi kesepakatan terkait transfer Musiala ke klub asal Istanbul tersebut.
![Kondisi Terbaru Jamal Musiala yang Alami Cedera Horor di Piala Dunia Antarklub 2025 [@FabrizioRomano]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/06/23990-jamal-musiala.jpg)
Burhan Can bahkan disebut tetap mempertahankan pernyataannya di tengah perdebatan yang muncul di kalangan publik.
Galatasaray kemudian membantah kabar mengenai transfer Musiala yang beredar melalui berbagai platform digital.
Laporan terbaru dari Cumhuriyet menyebut bahwa Burhan sempat mendekam di penjara namun sudah dibebaskan.
"Setelah menjalani proses pemeriksaan, Terzi akhirnya dibebaskan pada Senin (10/8/2026) waktu setempat," tulis laporan media Turki itu.
Burhan Can Terzi merupakan jurnalis dan komentator sepak bola asal Turki yang cukup dikenal dalam pemberitaan mengenai Galatasaray.
Ia merupakan lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Istanbul, jurusan Jurnalistik.
Terzi mengawali karier jurnalistiknya pada 2009 ketika bergabung dengan surat kabar Fotospor.
Kariernya kemudian berkembang di sejumlah media Turki.
Ia pernah bekerja sebagai editor dan wakil kepala bagian olahraga di Güne, kemudian menjalankan tugas jurnalistik di Akam.
Terzi juga pernah bekerja di Türkiye Gazetesi dan Ajansspor.
Namanya semakin dikenal setelah selama sekitar empat tahun menjalankan tugas sebagai reporter yang secara khusus meliput Galatasaray.