-
KH Anwar Zahid selamat dari kecelakaan mobil di Bojonegoro Jawa Timur.
-
Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah yang menggratiskan biaya santri.
-
Penceramah khas Qulhu Wae Lek ini tetap melanjutkan jadwal agenda dakwah.
Suara.com - Baru-baru ini, Kyai Haji Anwar Zahid mengalami kecelakaan di kawasan Desa Tinggang, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (11/8/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil mewah milik penceramah Kyai Haji Anwar Zahid, yang akrab disapa Abah Anza ini ditabrak oleh sebuah truk dari arah belakang.
Namun kabar baiknya, KH Anwar Zahid dan sopirnya dipastikan selamat dalam insiden tersebut tanpa mengalami luka serius.
Usai kejadian, pria yang dikenal dengan jargon "Qulhu wae lek, kesuwen!" ini sempat memeriksakan kondisi kesehatannya.
Bahkan, KH Anwar Zahid tetap profesional dan berkomitmen melanjutkan agenda dakwah yang sudah
dijadwalkan.
![Rombongan KH Anwar Zahid mengalami kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan menuju Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Toyota Alphard yang ditumpangi kiai kondang asal Bojonegoro tersebut ditabrak truk trailer di Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) malam. [beritajatim.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/11/92564-kecelakaan-kh-anwar-zahid.jpg)
Profil dan Biodata KH Anwar Zahid
KH Anwar Zahid merupakan sosok pendakwah yang sangat dicintai masyarakat, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, tapi sarat makna membuat setiap pengajiannya selalu dipadati jemaah.
Berikut adalah biodata singkat KH Anwar Zahid:
- Nama Lengkap: Ahmad Anwar Zahid
- Tempat, Tanggal Lahir: Bojonegoro, 11 Maret 1974
- Asal: Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro
- Istri: Hj. Isrina
- Anak: Gus Bima
- Afiliasi: Nahdlatul Ulama (NU)
- Jabatan: Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah
Perjalanan Pendidikan: Gemblengan Langitan hingga Hafal Al-Qur'an
Kedalaman ilmu agama KH Anwar Zahid tidak didapat secara instan. Beliau merupakan santri jebolan pondok pesantren ternama.
Pada tahun 1988, ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, di bawah asuhan langsung ulama kharismatik KH Abdullah Faqih.
Tak berhenti di situ, ia juga melanjutkan pendidikan ke Asrama Pesantren Ta'limul Quranil Adzim (APTQ) di Bungah, Gresik untuk memperdalam Al-Qur'an.
Di sinilah kemampuan dakwah dan hafalan Al-Qur'annya ditempa hingga menjadi bekal berharga
dalam menyiarkan agama Islam.
Gaya Dakwah "Qulhu Wae Lek" yang Mendunia