Hashim Kukuhkan 20 Ormas Baru, Gugun El: Bisa Jadi Alat Propaganda dan Alat Politik Pemecah Belah

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:33 WIB
Hashim Kukuhkan 20 Ormas Baru, Gugun El: Bisa Jadi Alat Propaganda dan Alat Politik Pemecah Belah
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo. (Ist)
baca 10 detik
  • Hashim Djojohadikusumo mengukuhkan dua puluh organisasi kemasyarakatan baru di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.
  • Gugun El Guyanie menyatakan pembentukan ormas tersebut berbahaya bagi kebebasan sipil dan berpotensi memecah belah warga.
  • Kehadiran ormas bentukan penguasa dikhawatirkan menggerus demokrasi serta menghilangkan fungsi kontrol sosial masyarakat sipil.

Suara.com - Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Gugun El Guyanie, menyoroti pengukuhan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru oleh Hashim Djojohadikusumo.

Ia mempertanyakan keberadaan ormas yang dinilai lahir dari kepentingan penguasa dan oligarki.

Diketahui Hashim selaku Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) melaksanakan pengukuhan 20 ormas baru pada Jumat (7/8/2026) lalu di Jakarta.

"Dua puluh ormas baru yang dikukuhkan oleh Hashim Djojohadikusumo sangat berbahaya bagi kebebasan sipil," kata Gugun dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Anggota Constitutional and Administrative Law Society (CALS) itu tak menampik bahwa kebebasan berserikat memang merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi dan menjadi bagian dari prinsip hak asasi manusia. Namun, ia menilai persoalannya terletak pada bagaimana sebuah ormas dibentuk dan untuk kepentingan siapa organisasi tersebut bekerja.

Gugun menjelaskan, secara historis dan sosiologis, ormas di Indonesia tumbuh dari masyarakat sipil yang memiliki kesamaan ideologi, politik, agama, maupun profesi.

Organisasi tersebut semestinya menjadi instrumen perjuangan warga untuk menyampaikan aspirasi. Bukan organisasi yang dibentuk untuk menopang kepentingan rezim.

"Jadi ormas bukan lahir oleh rezim penguasa, bukan didanai oleh oligarki untuk mengamankan kepentingan bisnis. Ormas punya saham besar dalam tegaknya NKRI, membawa aspirasi dan inspirasi rakyat," tegasnya.

Perubahan karakter tersebut berisiko menggeser fungsi ormas dari kekuatan masyarakat sipil menjadi instrumen kekuasaan. Kondisi itu, kata dia, dapat menggerus peran ormas sebagai salah satu kekuatan yang selama ini membawa aspirasi masyarakat dan turut menjaga kehidupan demokrasi.

baca juga

Tak lupa, ia mengingatkan adanya potensi konflik horizontal apabila organisasi yang dibentuk untuk kepentingan penguasa berhadapan dengan kelompok masyarakat sipil yang tetap kritis terhadap pemerintah.

"Ini bisa jadi alat propaganda dan alat politik pemecah belah sesama warga masyarakat," ujarnya.

Ilustrasi ormas di IKN. [Ist]
Ilustrasi ormas di IKN. [Ist]

Menurut Gugun, pola tersebut memiliki kemiripan dengan praktik politik kekuasaan pada masa lalu. Tepatnya ketika organisasi masyarakat yang memiliki pengaruh besar berusaha dikendalikan agar tidak menjadi kekuatan penekan terhadap pemerintah.

Ia kemudian membandingkannya dengan kondisi pada era Orde Baru ketika kekuatan masyarakat sipil ditekan untuk mempertahankan kekuasaan.

"Di era orde Baru, Soeharto membungkam ormas-ormas yang kuat dan berpengaruh untuk tidak melawan despotisme orba," ujarnya.

Kini pembentukan kelompok-kelompok baru yang dekat dengan kekuasaan justru berpotensi menciptakan wajah masyarakat sipil yang semu.

Alih-alih menjadi kontrol sosial, ia khawatir organisasi tersebut hanya digunakan untuk membangun citra pemerintah dan meredam kritik publik.

"Sekarang Prabowo membuat ormas jadi-jadian untuk menjadi tukang lap dan tukang lipstik. Ormas yang kehilangan ruh sipil, atau Civilization, jelas tugasnya memoles wajah buruk kinerja presiden, sekaligus bertugas nyebokin dan membersihkan kinerja presiden yang banyak ditentang rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir

Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:25 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Terkini

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:51 WIB

Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi MBG, 3 di Antaranya Pegawai BUMN

Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi MBG, 3 di Antaranya Pegawai BUMN

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:47 WIB

Berapa Lama Nasi Boleh Dipanaskan di Rice Cooker? Ini 8 Tips agar Tidak Cepat Basi

Berapa Lama Nasi Boleh Dipanaskan di Rice Cooker? Ini 8 Tips agar Tidak Cepat Basi

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 19:46 WIB

KRL Bogor Dipangkas Lagi, 17 Perjalanan Dibatalkan Sementara

KRL Bogor Dipangkas Lagi, 17 Perjalanan Dibatalkan Sementara

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 19:42 WIB

Kabar Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Kabar Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 19:42 WIB

32 Atlet Tim Indonesia Dapat Suntikan Semangat Baru Jelang Asian Games 2026 di Jepang

32 Atlet Tim Indonesia Dapat Suntikan Semangat Baru Jelang Asian Games 2026 di Jepang

Sport | Selasa, 08 September 2026 | 19:42 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, DPRD Solo Kembalikan Anggaran BTT Jadi Rp7,5 Miliar

Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, DPRD Solo Kembalikan Anggaran BTT Jadi Rp7,5 Miliar

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 19:41 WIB

Bedak Tabur Emina Cocok untuk Kulit Apa? Cek Formula dan Klaimnya

Bedak Tabur Emina Cocok untuk Kulit Apa? Cek Formula dan Klaimnya

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 19:40 WIB

Bukan Cuma Tiket Hangus, Penutupan Bandara Bikin Penumpang Keluar Biaya Tambahan

Bukan Cuma Tiket Hangus, Penutupan Bandara Bikin Penumpang Keluar Biaya Tambahan

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:39 WIB

BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Sebagai Bank Penyedia Rekening Masyarakat

BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Sebagai Bank Penyedia Rekening Masyarakat

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:37 WIB

×