Panduan untuk Memeriksa Perkembangan Berat Badan Bayi yang Normal

Vania Rossa | Suara.com

Minggu, 11 Oktober 2020 | 09:05 WIB
Panduan untuk Memeriksa Perkembangan Berat Badan Bayi yang Normal
Ilustrasi berat badan bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan berat badan bayi kerap menjadi fokus pasangan yang paling utama saat baru menjadi orangtua. Akan tetapi, terus-terusan bertanya pada para dokter tentunya akan sangat merepotkan. Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemantauan harian secara mandiri dengan mengikuti panduan sesuai WHO.

Bagaimana caranya? Simak informasi dari The Asian Parent berikut ini.

Cara Memantau Perkembangan dan Pertumbuhan Anak
1. Tabel Berat Badan Bayi Menurut Standar WHO

  • Untuk Usia Bayi 0 sampai 11 Bulan
    Tabel Berat Badan Bayi Menurut Standar WHO Untuk Bayi 0 sampai 11 Bulan
    Tabel Berat Badan Bayi Menurut Standar WHO Untuk Bayi 0 sampai 11 Bulan
  • Untuk Usia Anak 1 sampai 5 Tahun
    Tabel Berat Badan Bayi Menurut Standar WHO untuk Anak 1 sampai 5 Tahun
    Tabel Berat Badan Bayi Menurut Standar WHO untuk Anak 1 sampai 5 Tahun

2. Menggunakan Rumus Perhitungan
Selain menggunakan tabel dari WHO, Anda juga bisa menghitung sendiri berat badan ideal anak dengan rumus berikut ini:

  • Untuk anak berusia di bawah 12 bulan : BBI = (n : 2) + 4 atau (umur (bln) : 2 ) + 4
  • Untuk anak 1-10 tahun : BBI = (2 x n) + 8 atau (2 x umur (thn)) + 8

Contoh Perhitungan:
Berapakah berat ideal seorang anak berusia 1 tahun 10 bulan?
n= 1 tahun 10 bulan atau 1,10

Pakai rumus kedua:
BBI = (2 x n) + 8
= (2 x 1,10) + 8
= 2,20 + 8
2,20 artinya 2 tahun 20 bulan atau sama dengan 2 + 1,8 tahun = 3,8 tahun
= 3,8 tahun + 8
= 11,8 kg
Jadi, berat badan ideal balita 1 tahun 10 bulan adalah 11,8 kg

Menurut laman IDAI, ada cara mudah untuk mengetahui pertumbuhan bayi usia 1 tahun normal atau tidak. Yaitu, dengan perhatikan apakah berat badannya mencapai 3 kali berat lahir, panjang badan naik 50% dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm. Walaupun begitu, tetap harus diingat bahwa setiap anak memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda.

Karena itu, penting sekali untuk melakukan pengukuran secara rutin 1 bulan sekali sampai usia anak mencapai 1 tahun, 3 bulan sekali sampai usia anak 3 tahun, dan setiap enam bulan sekali sampai usia 6 tahun.

Indikator Perkembangan Bayi Normal
Setidaknya, ada tiga hal yang perlu orangtua perhatikan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi yang normal.

1. Berat Badan
Berat badan adalah salah satu indikator keberhasilan perkembangan bayi. Untuk mengukur normal atau tidaknya berat badan seorang anak, Anda bisa menggunakan tabel WHO atau perhitungan yang sudah dicontohkan di atas.

2. Tinggi Badan
Informasi mengenai tinggi badan normal Anak juga bisa diperoleh di tabel WHO di atas.

3. Lingkar Kepala Bayi
Pengukuran lingkar kepala bayi biasanya dilakukan oleh petugas medis di Puskesmas atau klinik kesehatan. Dengan pengukuran kepala, dokter bisa memprediksi ada atau tidaknya penyakit atau gangguan pertumbuhan anak.

Pengukuran lingkar kepala dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali sampai usia anak mencapai 1 tahun dan setiap enam bulan sekali sampai anak berusia 6 tahun.

Berdasarkan hasilnya, ukuran lingkar kepala anak dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni normal, kecil atau mikrosefali, dan besar atau makrosefali. Ukuran lingkar kepala yang abnormal bisa disebabkan gangguan pertumbuhan otak.

Takaran Asupan Makanan Anak
Selain memastikan memonitoring pertumbuhan anak, orangtua juga mesti memberikan asupan yang baik sesuai dengan kebutuhan anak. Berikut ini adalah beberapa strategi pemberian asupan MPASI bagi bayi berdasarkan laman IDAI.

1. Tepat Waktu
Pemberian makanan pendamping ASI bisa dilakukan pada bayi berumur di atas 6 bulan.

2. Adekuat
MPASI yang diberikan kepada buah hati mestinya memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari, termasuk protein, makronutrien dan mikronutrien.

3. Aman dan Higienis
Proses pembuatan makanan pendamping ASI yang dilakukan dengan peralatan yang bersih aman dan higienis.

4. Diberikan secara Responsif
MPASI hendaknya diberikan secara konsisten sesuai dengan respons anak.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memberikan MPASI pada Anak
1. Usia 6 Bulan
Pada usia 6 bulan, bayi tetap membutuhkan ASI sebagai sumber energinya. Akan tetapi orangtua bisa menambahkan MPASI dengan takaran kira-kira 200 kilo kalori per hari.

Orangtua bisa memberikan MPASI sebanyak 2 kali sehari, dengan tekstur berupa bubur kental atau puree. Pada tahapan ini, bayi kemungkinan mengalami kesulitan untuk bisa mengenali makanan padat. Karena itu kesabaran orang tua sangat dibutuhkan.

2. Usia 6 sampai 9 Bulan
Pada usia ini, takaran kalori yang dibutuhkan untuk anak masih sama, yakni sekitar 200 kilo kalori per hari. Akan tetapi, volume MPASI boleh ditingkatkan sedikit, misalnya dari 200 ml menjadi 250 ml. Pada tahapan ini, bayi mulai bisa diberikan MPASI dengan tekstur mashed, yakni makanan yang dilumatkan sampai halus.

3. Usia 9 Bulan sampai 1 Tahun
Pada usia ini, anak-anak masih tetap diberikan ASI. Akan tetapi, takaran kalori MPASI sudah meningkat menjadi 300 kilo kalori per hari. Frekuensi pemberian makan juga bisa ditingkatkan menjadi 3 sampai 4 kali perhari. Tekstur makanan anak pada usia ini sudah mulai beragam, misalnya cincang halus dan kasar serta finger food.

Demikianlah hal yang harus diperhatikan selama anak mengalami fase tumbuh kembang optimal di 1000 hari pertama kehidupannya. Dengan asupan yang baik, anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sumber:
https://id.theasianparent.com/berat-badan-normal-bayi

Artikel terkait:
https://id.theasianparent.com/tanda-bayi-tumbuh-gigi
https://id.theasianparent.com/cara-bedong-bayi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak, Dokter Anak Ungkap Alasan Berat Badan Bayi Mandek di Usia 4-6 Bulan

Simak, Dokter Anak Ungkap Alasan Berat Badan Bayi Mandek di Usia 4-6 Bulan

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 18:02 WIB

Berat Badan Bayi Jadi Parameter Utama Pertumbuhan, Berapa yang Ideal?

Berat Badan Bayi Jadi Parameter Utama Pertumbuhan, Berapa yang Ideal?

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:56 WIB

Ini Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik

Ini Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik

Health | Rabu, 29 Mei 2019 | 15:12 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB