Sejarah Hari Stroke Sedunia, Penyakit yang Kini Juga Menyerang Usia Muda

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:47 WIB
Sejarah Hari Stroke Sedunia, Penyakit yang Kini Juga Menyerang Usia Muda
Ilustrasi stroke (Shutterstock)

Suara.com - Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober, sebagai salah satu wujud kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, perawatan, dan dukungan bagi penderita stroke.

Awal penetapan Hari Stroke Sedunia ini dimulai tahun 1990 yang diprakasai European Stroke Initiative. Namun, karena keterbatasan keuangan, mereka tak bisa melanjutkan. Hingga akhirnya, The European Stroke Organization menginisiasi merayakan Hari Stroke Sedunia pada 10 Mei.

Sementara, peringatan pada 29 Oktober digagas oleh World Stroke Organization (WSO) yang pertama kali dicanangkan tahun 2004 di Kongres Stroke Dunia di Vancouver, Kanada, di bawah pimpinan Valdimir Hachinski.

Kemudian terbentuklah sekelompok grup yang tergabung dalam World Stroke Proclamation pada Oktober 2006. Pada tahun itu pula, International Stroke Society dan World Stroke Federation bersatu menjadi World Stroke Organization serta mengambil alih perayaan Hari Stroke Dunia.

Pada 2009, kepemimpinan WSO beralih fokus dari peringatan yang dilakukan dalam satu hari saja, ke kampanye sepanjang tahun untuk membangun pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk kesadaran publik tentang dalam upaya menurunkan jumlah kematian, disabilitas, dan dampak-dampak lain dari stroke. Dalam hal ini, WSO juga memfasilitasi kampanye lokal dengan publikasi, coverage media sosial, dan materi-materi yang dapat digunakan untuk para profesional lokal di bidang stroke, aktivis, maupun ornganisasi pendukung stroke.

Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya di kalangan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia setiap tahunnya.

Dulu, stroke diidentikkan dengan penyakit yang terjadi pada orang tua. Namun sekarang, banyak kejadian stroke yang juga menyerang orang dengan usia yang masih tergolong muda, aktif, dan produktif.

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah. Ketika itu terjadi, bagian dari otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga sel-sel otak itu mati.

Akibat terparah dari penyakit ini adalah kematian. Namun begitu, jika seorang penderita selamat dari serangan stroke, orang tersebut tetap dapat mengalami gejala sisa yang dapat mempengaruhi aktivitas dan produktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tak dapat dipungkiri bahwa pola dan gaya hidup masyarakat modern telah menjadi salah satu faktor penyebab stroke meningkat. Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, serta tingkat stres yang tinggi menjadi hal yang perlu diwaspadai agar terhindar dari penyakit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tremor di Tangan Hingga Tubuh Bergetar, Adakah Kaitannya dengan Stroke?

Tremor di Tangan Hingga Tubuh Bergetar, Adakah Kaitannya dengan Stroke?

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 04:05 WIB

Pertolongan Serangan Stroke dengan Tusuk Jari, Dokter: Itu Tidak Benar

Pertolongan Serangan Stroke dengan Tusuk Jari, Dokter: Itu Tidak Benar

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:20 WIB

Hari Stroke Sedunia 2020: Bisakah Stroke Menyerang Anak Muda?

Hari Stroke Sedunia 2020: Bisakah Stroke Menyerang Anak Muda?

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB