Penularan Covid-19 Bisa Diputus Tanpa Harus Menunggu Vaksin?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 19:39 WIB
Penularan Covid-19 Bisa Diputus Tanpa Harus Menunggu Vaksin?
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Suara.com - Kekebalan kelompok menjadi salah satu metode yang dipercaya bisa memutus rantai penularan virus corona Covid-19.

Dengan kekebalan kelompok, maka penularan infeksi akan terjadi makin luas sehingga warga diharapkan memiliki kekebalan akan virus tersebut. 

Ketua Komite Penasihan Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI Prof Dr. dr Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A. (K) mengatakan bahwa cara itu bisa saja dilakukan. Namun, risiko yang dihadapi juga bisa makin parah.

"Apa harus vaksin? Menciptakan herd imunity bisa saja, kita diamkan akan makim banyak orang terinfeksi nanti lama-lama imun sendiri. Tapi jika didiamkan dan rakyat kita belum disiplin (protokol kesehatan) ini maslaahnya," kata Sri dalam webinar sosialisasi 'Vaksin Untuk Negeri', Sabtu (31/10/2020). 

Dokter Sri menjelaskan, jika banyak orang yang imunnya belum kuat, maka penularan virus masih akan terus terjadi. 

"Imun bisa didapat karena (pernah terkena) penyakit bisa karena vaksinasi. Kenapa ada orang gak imunisasi tapi gak sakit? Ini karena herd imunity, lingkungannya banyak yang sudah kebal. Jadi dia juga terlindungi," jelasnya.

Negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand mulai mengalami penurunan kasus Covid-19 lantaran masyarakatnya dianggap disiplin melakukan protokol kesehatan, lanjut Sri. 

Namun, kendala yang terjadi di Indonesia, jika membiarkan kekebalan individu terbentuk sendiri tanpa vaksin maka bisa menyebabkan masalah pada layanan kesehatan. 

"Apa kita tunggu semua sakit dulu? Kalau bisa hanya isolasi mandiri di rumah gak apa-apa. Tapi kalau harus pakai ICU, ventilator, rumah sakit jadi penuh, dokternya kewalah lalu sakit, apa mau begitu?" Kata Sri.

baca juga

"Kalau kita biarkan mungkin dua tahun herd imunity bisa tercapai, tapi kan gak bisa begitu. Kita punya teknologi jadi dibuat vaksin," tambahnya.

Ia menyatakan bahwa vaksin memang bukan segalanya untuk menangani wabah virus. Terpenting menurutnya agar pandemi Covid-19 segera selesai dengan disiplin melakukan protokol kesehatan. 

"Supaya pandemi cepat selesai pertama protokol kesehatan harus disiplin. Harus jadi habbit ditambah nanti dengan vaksin sehingga imun lebih banyak. Kita gak bisa nunggu sakit semua. Vaksin memang bukan segalanya," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juri di SATU Indonesia Awards 2020, Dian Sastro Sebut Kandidat Naik Motor

Juri di SATU Indonesia Awards 2020, Dian Sastro Sebut Kandidat Naik Motor

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 19:25 WIB

Satgas Covid-19: Buku Pedoman Perubahan Perilaku Tingkatkan Disiplin

Satgas Covid-19: Buku Pedoman Perubahan Perilaku Tingkatkan Disiplin

Video | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 18:00 WIB

Jaga Asupan Vitamin D selama Musim Hujan, Konsumsi 3 Makanan Ini!

Jaga Asupan Vitamin D selama Musim Hujan, Konsumsi 3 Makanan Ini!

Health | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Sita Aset Rp39,9 M Milik Bos Gendut, Petugas BNN Ditembaki Petasan di Kampung Bahari

Sita Aset Rp39,9 M Milik Bos Gendut, Petugas BNN Ditembaki Petasan di Kampung Bahari

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kehilangan Kendali Saat Mendahului, Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Lima Puluh Kota

Kehilangan Kendali Saat Mendahului, Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Lima Puluh Kota

Sumbar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Anime Pendek Kaiju No.8 Narumis Week at Work Tayang 5 September

Anime Pendek Kaiju No.8 Narumis Week at Work Tayang 5 September

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Merdeka dari Ekspektasi Orang Lain: Perjalanan Temukan Versi Diri Sendiri

Merdeka dari Ekspektasi Orang Lain: Perjalanan Temukan Versi Diri Sendiri

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya

Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:28 WIB

BRI Mudahkan Cicilan Kartu Kredit via BRImo dengan Skema Baru

BRI Mudahkan Cicilan Kartu Kredit via BRImo dengan Skema Baru

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27 WIB

Pengaruh Stres Kurang Tidur terhadap Flek Hitam di Wajah, Benarkah Bisa Memicu?

Pengaruh Stres Kurang Tidur terhadap Flek Hitam di Wajah, Benarkah Bisa Memicu?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Bukan Cuma Soal Kuota Hangus, Putusan MK Dorong Operator Benahi Teknologi Layanan

Bukan Cuma Soal Kuota Hangus, Putusan MK Dorong Operator Benahi Teknologi Layanan

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Geledah Rumah Pemeriksa Pajak, KPK Temukan Emas 1,3 Kg dan Duit Rp100 Juta

Geledah Rumah Pemeriksa Pajak, KPK Temukan Emas 1,3 Kg dan Duit Rp100 Juta

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:24 WIB

The Last House: Premis Menjanjikan yang Gagal Dieksekusi secara Maksimal

The Last House: Premis Menjanjikan yang Gagal Dieksekusi secara Maksimal

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:19 WIB

×