Penularan Covid-19 Bisa Diputus Tanpa Harus Menunggu Vaksin?

Risna Halidi | Lilis Varwati
Penularan Covid-19 Bisa Diputus Tanpa Harus Menunggu Vaksin?
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Dokter Sri menjelaskan, jika banyak orang yang imunnya belum kuat, maka penularan virus masih akan terus terjadi.

Suara.com - Kekebalan kelompok menjadi salah satu metode yang dipercaya bisa memutus rantai penularan virus corona Covid-19.

Dengan kekebalan kelompok, maka penularan infeksi akan terjadi makin luas sehingga warga diharapkan memiliki kekebalan akan virus tersebut. 

Ketua Komite Penasihan Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI Prof Dr. dr Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A. (K) mengatakan bahwa cara itu bisa saja dilakukan. Namun, risiko yang dihadapi juga bisa makin parah.

"Apa harus vaksin? Menciptakan herd imunity bisa saja, kita diamkan akan makim banyak orang terinfeksi nanti lama-lama imun sendiri. Tapi jika didiamkan dan rakyat kita belum disiplin (protokol kesehatan) ini maslaahnya," kata Sri dalam webinar sosialisasi 'Vaksin Untuk Negeri', Sabtu (31/10/2020). 

Baca Juga: Kontrak Tak Diperpanjang, Pasien Covid di Green Hotel Dipindah ke Stadion

Dokter Sri menjelaskan, jika banyak orang yang imunnya belum kuat, maka penularan virus masih akan terus terjadi. 

"Imun bisa didapat karena (pernah terkena) penyakit bisa karena vaksinasi. Kenapa ada orang gak imunisasi tapi gak sakit? Ini karena herd imunity, lingkungannya banyak yang sudah kebal. Jadi dia juga terlindungi," jelasnya.

Negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand mulai mengalami penurunan kasus Covid-19 lantaran masyarakatnya dianggap disiplin melakukan protokol kesehatan, lanjut Sri. 

Namun, kendala yang terjadi di Indonesia, jika membiarkan kekebalan individu terbentuk sendiri tanpa vaksin maka bisa menyebabkan masalah pada layanan kesehatan. 

"Apa kita tunggu semua sakit dulu? Kalau bisa hanya isolasi mandiri di rumah gak apa-apa. Tapi kalau harus pakai ICU, ventilator, rumah sakit jadi penuh, dokternya kewalah lalu sakit, apa mau begitu?" Kata Sri.

Baca Juga: Ribuan Pengunjung Padati Wisata Air The Jungle Bogor

"Kalau kita biarkan mungkin dua tahun herd imunity bisa tercapai, tapi kan gak bisa begitu. Kita punya teknologi jadi dibuat vaksin," tambahnya.

Komentar