Peneliti Inggris Temukan Gangguan Peradangan Baru yang Mematikan!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 03 November 2020 | 11:52 WIB
Peneliti Inggris Temukan Gangguan Peradangan Baru yang Mematikan!
Ilustrasi pasien sakit peradangan parah (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti National Institutes of Health (NIH) melaporkan gangguan peradangan atau inflamasi mematikan yang baru ditemukan pekan lalu.

"Kami memiliki banyak pasien dengan kondisi peradangan atau inflamasi yang tidak terdiagnosis di Pusat Klinis NIH," kata Dr. David Beck, rekan klinis di NHGRI dan penulis utama makalah ini.

Karena mereka tidak bisa mendiagnosisnya, peneliti mencoba mencari tahu efek peradangan ini dengan membuat daftar gen, alih-alih melihat gejalanya.

"Kemudian, pelajari genom individu yang tidak terdiagnosis dan lihat ke mana cara ini membawa kita," sambungnya, dilansir Fox News. Temuan ini dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Peneliti memeriksa 2.560 orang dengan penyakit radang yang tidak terdiagnosis ini dan menilai lebih dari 800 gen yang terlibat dalam proses pengaturan sel.

(Shutterstock)
Ilustrasi orang sakit (Shutterstock)

Mereka menemukan satu gen yang bermutasi, UB1, menyebabkan sindrom yang dijuluki VEXAS, yang terdiri dari vakuola, enzim E1, X-linked, autoinflamasi, dan gangguan somatik.

"Sejauh ini, 40 persen pasien VEXAS yang dipelajari telah meninggal, mengungkapkan efek buruk dari yang kondisi parah," ujar peneliti.

“Tujuan kami adalah untuk melihat apakah ada dari 2.560 pasien yang berbagi variasi dalam gen yang sama. Alih-alih melihat kemiripan klinis, kami justru memanfaatkan kesamaan genom yang dapat membantu menemukan penyakit yang benar-benar baru," ujar Dr. Daniel Kastner, direktur ilmiah Program Penelitian Intramural di NHGRI.

Dari 2.560 pasien, para peneliti mengatakan 1.000 pasien mengalami demam berulang dan peradangan yang meluas.

baca juga

Para peneliti menemukan di antara pasien, beberapa sel membawa gen dalam bentuk mutasi, dan sel lain membawa gen dalam bentuk normalnya.

Kemudian, mereka menemukan ada 25 pria yang mengalami mutasi gen dengan gejala serupa, yaitu pembekuan darah, demam berulang, dan masalah jantung, serta lainnya.

"Dengan menggunakan pendekatan genom pertama ini, kami telah berhasil menemukan benang merah yang mengikat pasien yang membawa semua diagnosis yang tampaknya tidak terkait dan berbeda ini," simpul Kastner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Bengkak dan Keunguan, Pasien Covid-19 Bisa Alami Peradangan Jari Kaki

Jadi Bengkak dan Keunguan, Pasien Covid-19 Bisa Alami Peradangan Jari Kaki

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 08:53 WIB

AS Kembali Melaporkan Kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak

AS Kembali Melaporkan Kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 19:00 WIB

Masalah Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Peradangan, Termasuk Sakit Jantung!

Masalah Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Peradangan, Termasuk Sakit Jantung!

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 10:26 WIB

Terkini

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

×