alexametrics

AS Kembali Melaporkan Kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
AS Kembali Melaporkan Kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak
Ilustrasi anak sakit (Shutterstock)

Sindrom ini juga menyerang pasien Covid-19 dewasa meski langka.

Suara.com - Belasan kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak-anak atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) kembali dilaporkan di negara bagian Washington, AS.

Menurut para ahli, sindrom tersebut berkaitan dengan infeksi virus corona Covid-19. Dan kondisi peradangannya mirip dengan penyakit Kawasaki, yang menyebabkan pembengkakan di pembuluh darah seluruh tubuh.

Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington melaporkan bahwa pada 10 Oktober mereka telah mengidentifikasi setidaknya 15 kasus MIS-C.

Dilansir Fox News, MIS-C sering menyebabkan peradangan di berbagai bagian tubuh, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ saluran cerna.

Baca Juga: Jokowi Klaim Kasus Aktif Corona Indonesia Lebih Rendah Dari Dunia

"Anak-anak dengan MIS-C mungkin mengalami demam dan gejala seperti sakit perut, muntah, diare, sakit leher, ruam, mata merah, atau merasa sangat lelah," tutur pejabat kesehatan di Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington.

Ilustrasi anak sakit (Shutterstock)

Hingga kini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti dari sindrom tersebut. Namun, satu yang mereka tahu pasti adalah anak-anak yang menderita MIS-C selalu terinfeksi virus corona atau pernah terpapar virus tersebut.

Mayoritas kasus di negara bagian tersebut telah dilaporkan pada anak-anak bergender laki-laki, ada 9 orang, sementara perempuan hanya berjumlah enam.

Umur mereka berkisar antara 0 hingga 17 tahun, dengan rerata usia 8 tahun.

Di sisi lain, pada awal bulan ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengidentifikasi sindrom ini pada orang dewasa, yang dikenal dengan Sindrom Peradangan Multisistem pada Orang Dewasa atau Multisystem Inflamation Syndrome in Adult (MIS-A).

Baca Juga: 35 Hari Diisolasi Akibat Corona, Arief Budiman Besok Ngantor Lagi ke KPU

Komentar