Mesti Dihindari, Ini Tempat yang Berisiko Tinggi Tularkan Virus Corona

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 November 2020 | 17:30 WIB
Mesti Dihindari, Ini Tempat yang Berisiko Tinggi Tularkan Virus Corona
lustrasi perempuan fitnes [shutterstock]

Suara.com - Pembatasan jarak diberlakukan beberapa negara untuk mengatasi pandemi Covid-19. Tapi ada sejumlah tempat yang merupakan tempat penularan dengan risiko tertinggi.

Dilansir dari New York Post, restoran, pusat kebugaran, hotel dan rumah ibadah adalah di antara 10 persen lokasi yang tampaknya bertanggung jawab atas 80 persen infeksi, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada hari Selasa.

“Ini adalah tempat-tempat yang lebih kecil, lebih ramai, dan orang-orang tinggal di sana lebih lama,” kata  penulis studi dan Profesor Universitas Stanford Jure Leskovec pada konferensi media tentang penelitian tersebut.

Kabar baiknya, mengurangi kapasitas perusahaan menjadi 20 persen, sebagai lawan menutupnya seluruhnya, dapat membatasi transmisi hingga 80 persen, kata prof.

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

“Pekerjaan kami menyoroti bahwa tidak harus semuanya atau tidak sama sekali,” kata Leskovec.

Studi tersebut, yang melibatkan peneliti dari Northwestern University serta Stanford, menganalisis data ponsel dari 98 juta orang Amerika di 10 kota besar, termasuk New York, Philadelphia, Washington, DC, Los Angeles, Chicago dan Houston.

Para peneliti melacak pergerakan orang ke lokasi seperti restoran, kafe, toko kelontong, pusat kebugaran dan hotel, serta kantor dokter dan tempat ibadah, sambil melihat jumlah virus corona di daerah mereka.

“Rata-rata di seluruh area metro, restoran dengan layanan lengkap, pusat kebugaran, hotel, kafe, organisasi keagamaan, dan restoran dengan layanan terbatas menghasilkan prediksi peningkatan infeksi terbesar ketika dibuka kembali,” kata penelitian tersebut.

Leskovec menambahkan bahwa berdasarkan model penelitian, “Infeksi terjadi sangat tidak merata.

baca juga

"Ada sekitar 10 persen tempat menarik yang menyumbang lebih dari 80 persen dari semua infeksi," katanya.

Penduduk daerah berpenghasilan rendah menderita yang paling parah, studi tersebut menunjukkan.

Setidaknya sebagian karena penduduk memiliki lebih sedikit lokasi yang tersedia untuk mereka, sehingga menjadi lebih ramai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Warga Depok yang Terima Vaksin COVID-19

Daftar Warga Depok yang Terima Vaksin COVID-19

Jakarta | Rabu, 11 November 2020 | 12:16 WIB

Perhatikan, Ini Aturan Isolasi Mandiri untuk Pasien Virus Corona Covid-19

Perhatikan, Ini Aturan Isolasi Mandiri untuk Pasien Virus Corona Covid-19

Sumsel | Rabu, 11 November 2020 | 11:26 WIB

Update Kasus Corona Kepri: Belasan Pegawai DP2RD Natuna Reaktif Covid-19

Update Kasus Corona Kepri: Belasan Pegawai DP2RD Natuna Reaktif Covid-19

Batam | Rabu, 11 November 2020 | 09:51 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×