Tak Cuma Bahan, Lama Pemakaian Juga Berpengaruh pada Efektivitas Masker

Yasinta Rahmawati

Minggu, 29 November 2020 | 17:06 WIB
Tak Cuma Bahan, Lama Pemakaian Juga Berpengaruh pada Efektivitas Masker
Ilustrasi masker bedah. [Shutterstock]

Suara.com - Pemakaian masker kini adalah hal wajib demi memutus rantan penularan virus corona Covid-19. Hal ini memicu studi yang mengeksplorasi fisika penggunaan masker wajah dan penularan penyakit, serta penyelidikan bahan, desain, dan masalah lain yang memengaruhi cara kerja masker wajah.

Dalam Physics of Fluids, oleh AIP Publishing, para peneliti mengamati tentang cara masker wajah menyaring atau memblokir virus corona Covid-19. Mereka juga merangkum masalah desain yang masih perlu ditangani.

Salah satu aspek kunci dari fungsi masker wajah melibatkan ukuran tetesan cairan yang dikeluarkan dari hidung dan mulut saat seseorang berbicara, bernyanyi, bersin, batuk, atau bahkan sekadar bernapas. T

etesan yang lebih besar, dengan ukuran sekitar 5-10 mikron, adalah yang paling umum. Namun, tetesan ini masih cukup kecil. Sebagai perbandingan, rambut manusia berdiameter sekitar 70 mikron, demikian dilansir dari Science Daily.

Tetesan yang lebih kecil lagi, di bawah 5 mikron, mungkin lebih berbahaya. Ini bisa menjadi aerosol dan tetap melayang di udara untuk waktu yang lama. Di antara banyak jenis masker yang digunakan (masker kain, masker bedah, dan masker N95), hanya N95 yang dapat menyaring tetesan berukuran aerosol.

Ilustrasi masker kain buatan sendiri. [Shutterstock]
Ilustrasi masker kain buatan sendiri. [Shutterstock]

Tak hanya menyorot soal besar tetesan pernapasan, durasi pemakaian masker pun perlu diperhatikan. Kinerja masker wajah yang dikenakan selama berjam-jam, seperti oleh tenaga kesehatan memengaruhi seberapa efektif pemakaian masker secara keseluruhan. Terlebih jika digunakan di lingkungan yang panas dan lembap.

Para peneliti menemukan masker wajah yang terbuat dari bahan polimer hibrid dapat menyaring partikel dengan efisiensi tinggi sekaligus mendinginkan wajah. Serat yang digunakan dalam topeng khusus ini transparan terhadap radiasi infra merah, memungkinkan panas keluar dari bawah topeng.

"Mungkin ada beberapa hubungan antara hambatan pernapasan dan hambatan aliran masker wajah yang perlu dipelajari untuk interval pemakaian masker wajah," kata penulis Heow Pueh Lee.

"Selain itu, kondisi lingkungan di ruang kompartemen di dalam masker wajah perlu diukur dengan lebih akurat menggunakan sensor miniatur dan pengembangan replika manusia untuk penelitian semacam itu."

baca juga

Para peneliti juga meninjau studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa penggunaan masker wajah yang efisien secara konsisten, seperti masker bedah, dapat memberantas pandemi jika setidaknya 70% penduduk menggunakan masker tersebut di depan umum secara konsisten.

"Masker kain yang kurang efisien juga bisa memperlambat penyebaran jika dipakai secara konsisten," kata penulis Sanjay Kumar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurang Lengkap, Begini Kesan Seorang Mahasiswi Kuliah Daring

Kurang Lengkap, Begini Kesan Seorang Mahasiswi Kuliah Daring

Banten | Minggu, 29 November 2020 | 16:35 WIB

Melonjak Lagi! Kasus Corona RI Tambah 6.267 Pasien, 169 Orang Meninggal

Melonjak Lagi! Kasus Corona RI Tambah 6.267 Pasien, 169 Orang Meninggal

Banten | Minggu, 29 November 2020 | 15:44 WIB

Ahli: Orang Obesitas Harus Jadi Prioritas untuk Vaksin Covid-19

Ahli: Orang Obesitas Harus Jadi Prioritas untuk Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 29 November 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:55 WIB

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×