Dokter Sebut Bayi Lahir Normal Lebih Berisiko Punya Kepala Peyang, Kenapa?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 09 Desember 2020 | 20:26 WIB
Dokter Sebut Bayi Lahir Normal Lebih Berisiko Punya Kepala Peyang, Kenapa?
Ilustrasi: Dokter Sebut Bayi Lahir Normal Lebih Berisiko Punya Kepala Peyang, Kenapa? . (Shutterstock)

Suara.com - Bayi lahir normal lebih berpotensi memiliki kepala peyang daripada yang lahir secara sesar.

Hal tersebut diucapkan oleh konsultan saraf anak Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegaro Sp.A dalam siaran langsung di media sosial Instagram bersama dokter Tiwi, pada Rabu (9/12/2020).

Prof Hardiono menjelaskan, kepala peyang umumnya disebabkan karena tekanan yang terjadi saat ibu mengejan. Hanya saja ia meminta agar ibu tak perlu khawatir karena bentuk kepala peyang pada bayi akan berangsur normal seiring berjalannya waktu.

"Nanti bisa pulih sendiri. Kalau sesar kan kepalanya lebih bulat, tapi bukan berarti semua bayi harus sesar. Peyang-peyang sedikit karena jalan lahir gak apa-apa," kata Prof Hardiono saat 

Pada beberapa kasus, bayi juga bisa lahir dengan kepala agak benjol. Prof Hardiono menjelaskan, benjolan kepala yang menyeberangi garis tengah disebut caput dan akan sembuh sendiri.

"Tapi kalau benjolan tidak melebihi garis tengah lalu agak menonjol itu hati-hati. Bisa karena pendarahan di bagian lapisan kulit atau tulang yang lebih dalam. Biasanya kalau itu sembuh pun ada sisanya sedikit tetap benjol," jelasnya.

Ia mengingatkan, agar orangtua harus aktif memantau perkembangan lingkar kepala bayi setiap kali melakukan pemeriksaan ke dokter anak.

Jika kepala anak di bawah 32 sentimer atau lebih dari 36 sentimeter, maka orangtua harus curiga dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Bisa jadi mikrosefali, kalau lebih makrosefali. Yang makro kita takutkan kalau jadi hidrosefalus. Kita takut ada gangguan dari otaknya," ucap Prof. Hardiono.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Penantian Panjang Pasutri Asal Madura, 21 Tahun Baru Dikaruniai Anak

Kisah Penantian Panjang Pasutri Asal Madura, 21 Tahun Baru Dikaruniai Anak

Jatim | Rabu, 09 Desember 2020 | 19:04 WIB

Heboh Ibu Lakukan Manikur di Kuku Bayi, Hasilnya Bikin Warganet Ngeri

Heboh Ibu Lakukan Manikur di Kuku Bayi, Hasilnya Bikin Warganet Ngeri

Lifestyle | Rabu, 09 Desember 2020 | 18:57 WIB

Bikin Haru, Perjuangan Pasutri Ini Menanti Momongan Selama 21 Tahun

Bikin Haru, Perjuangan Pasutri Ini Menanti Momongan Selama 21 Tahun

Sumsel | Rabu, 09 Desember 2020 | 16:40 WIB

Terkini

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×