Istilah Cath Up Immunization dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020, Apa Artinya?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 17 Desember 2020 | 20:51 WIB
Istilah Cath Up Immunization dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020, Apa Artinya?
Ilustrasi imunisasi bayi, imunisasi anak. (Shutterstock)

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), Rabu (16/12/2020) kemarin merilis Jadwal Imunisasi Anak 2020 usia 0 hingga 18 Tahun. Dalam jadwal tersebut ada istilah baru yang dicantumkan, yaitu catch up immunization. Apa artinya?

Dijelaskan Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr.dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, catch up immunization adalah imunisasi kejar, yaitu mengisi ketertinggalan vaksin yang belum didapatkan anak sebelum 2 tahun, atau paling maksimal harus sudah didapatkan anak tersebut sebelum masuk sekolah.

"Banyak anak yang ketinggalan imunisasi waktu mau masuk SD. Itu kekebalan pada masa bayi sudah rendah, itulah makanya IDAI menganjurkan, WHO juga menganjurkan, sebelum masuk sekolah dilengkapi," ujar Prof. Soedjatmiko dalam IG Live IDAI, Kamis (17/12/2020).

IDAI Rilis Jadwal Imunisasi Anak 2020. (Sumber: IDAI)
IDAI Rilis Jadwal Imunisasi Anak 2020. (Sumber: IDAI)

Menurut Prof. Soedjatmiko, imunisasi yang sering tertinggal adalah imunisasi DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Sering kejadian, saat wabah difteri menerjang, banyak anak yang terkena karena tertinggal imunisasi.

Selanjutnya adalah vaksin influenza, di mana banyak orangtua yang menganggap penyakit influenza adalah penyakit ringan dan mudah sembuh. Faktanya, banyak orang keliru mengira sakit influenza sebagai common cold atau pilek.

"Kalau batuk pilek tanpa demam, anaknya happy-happy saja, itu bukan influenza. Yang disebut influenza adalah panas tinggi, batuk pilek sampai terjadi yang namanya pneumonia," jelas Prof. Soedjatmiko.

Pneumonia adalah infeksi virus atau bakteri yang menimbulkan peradangan pada kantung udara atau paru-paru, dan dapat berisi cairan berupa nanah. Infeksi ini bisa mengancam nyawa siapapun, khususnya pada bayi, anak-anak, dan lansia di atas usia 65 tahun.

"Kalau pilek ringan, itu mungkin kena debu asap rokok bapaknya, debu karpet, debu jalan, itu bukan influenza, itu cuma common cold, bisa juga karena alergi," lanjutnya.

Nah, catch up immunization ini fungsinya adalah untuk mengejar imunisasi yang tertinggal, yang seharusnya terpenuhi sebelum anak berusia 2 tahun, atau paling maksimal saat masuk sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDAI Tegaskan Tidak Ada Imunisasi Wajib dan Tidak Wajib, Apa Maksudnya?

IDAI Tegaskan Tidak Ada Imunisasi Wajib dan Tidak Wajib, Apa Maksudnya?

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 15:55 WIB

IDAI Rilis Jadwal Imunisasi Anak 2020, Ini 13 Poin Pentingnya

IDAI Rilis Jadwal Imunisasi Anak 2020, Ini 13 Poin Pentingnya

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 12:23 WIB

Di Masa Pandemi Anak Tetap harus Diimunisasi Lengkap, Ini Alasannya

Di Masa Pandemi Anak Tetap harus Diimunisasi Lengkap, Ini Alasannya

Health | Senin, 30 November 2020 | 15:58 WIB

Terkini

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB