alexametrics

Lebih Sering Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Menopause, Benarkah?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Lebih Sering Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Menopause, Benarkah?
ilustrasi berhubungan seks. (Shuttersock)

Cek fakta soal berhubungan seks dan menopause ini.

Suara.com - Sebuah studi yang terbit di Royal Society Open Science, lebih sering berhubungan seks dapat memperlambat masa menopause.

Berdasarkan hasil studi ini, wanita yang berhubungan seks setiap minggu 28% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami menopause dibandingkan mereka yang berhubungan seks kurang dari sekali sebulan.

Megan Arnot, penulis utama studi dari University College London, memiliki beberapa teori mengapa kedua hal ini berhubungan.

"Mungkin wanita yang perimenopause (periode transisi saat akan memasuki masa berakhirnya menstruasi) tidak ingin berhubungan seks. Mungkin ada pertukaran antara ovulasi yang berlanjut dan berhenti," kata Arnot, dilansir Health.

Baca Juga: Idap Hipotiroidisme di Usia 10 Tahun, Wanita Ini Alami Menopause Dini

Dengan kata lain, jika wanita tidak berhubungan seks, maka ia tidak akan hamil. Jadi, kata Arnot, tidak ada gunanya mempertahankan fungsi ovulasi.

ilustrasi menopause yang dialami perempuan. (Shutterstock)
ilustrasi menopause yang dialami perempuan. (Shutterstock)

Menurutnya, ovulasi juga membutuhkan banyak energi dari tubuh, dan itu dapat menurunkan fungsi kekebalan.

"Jadi mungkin ada titik dalam hidup di mana lebih baik berhenti berovulasi dan menginvestasikan energi Anda di tempat lain jika Anda tidak akan punya bayi," lanjutnya.

Namun, bukan berarti sering berhubungan seks akan mencegah menopause.

Rekan penulis studi Ruth Mace, profesor antropologi evolusioner di University College London, mengatakan bahwa teori ini adalah keterkaitan, bukan bukti bahwa berhubungan seks pada usia 40-an atau 50-an akan mencegah menopause.

Baca Juga: Studi: Aktivitas Fisik Bisa Meringankan Gejala Menopause yang Tak Nyaman

"Kami mengontrol berbagai variabel, termasuk tingkat hormon estrogen, merokok, dan indeks massa tubuh (IMT), dan hubungannya tetap ada. Tetapi itu tidak berarti bahwa perilaku seksual menunda menopause," tutur Mace.

Tapi Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis ilmu kebidanan dan ginekologi dan reproduksi di Yale University Medical School, meragukan hal ini.

"Korelasi terbaik yang aku tahu adalah riwayat keluarga. Jika ibu dan saudara perempuan mengalami menopause lambat, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya," tandas Minkin.

Komentar