India Setujui Vaksin Covaxin dan Covishield, Ini Bedanya dengan Vaksin Lain

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 05 Januari 2021 | 10:57 WIB
India Setujui Vaksin Covaxin dan Covishield, Ini Bedanya dengan Vaksin Lain
Ilustrasi Vaksin virus corona. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - India adalah salah satu negara yang paling terkena dampak virus corona Covid-19 dan telah menyetujui dua jenis vaksin untuk digunakan, yakni Covaxin dan Covishield.

Vaksin Covishield dan Covaxin ini telah diberi persetujuan secara mendadak dengan melihat krisis virus corona Covid-19 secara luas.

Menurut Dr Rahul Pandit, Director-Critical Care, Fortis Hospitals, Mumbai & Anggota gugus tugas Covid-19 Maharashtra, mengatakan persetujuan itu benar-benar aman dan dilakukan untuk kepentingan masyarakat India.

"Drugs Controller General of India (DCGI) telah menyetujui Covaxin dari Bharat Biotech dan Serum Institute of India's Covishield secara resmi untuk penggunaan terbatas di negara tersebut. Persetujuan DCGI ini diberikan atas dasar rekomendasi Komite Ahli Subjek Covid-19 (SEC) dari Central Drugs Standart Control Organization (CDSCO)," jelas Dr Rahul dikutip dari Times of India.

Meskipun, awalnya Covishield dikembangkan oleh Universitas Oxford-Astrazeneca. Vaksin buatan Oxford ini telah diproduksi dan dipasarkan sebagai Covishield oleh konglomerat vaksin yang berbasis di Pune, Serum Institute of India (SII).

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Pengujian vaksin pada fase II dan III dilakukan di 17 pusat di India, dengan tahap akhir yang selesai pada awal Desember 2020.

Sementara itu, Covaxin adalah vaksin virus corona pertama yang dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di India. Vaksin ini dibuat oleh Bharat Biotech yang berbasis di Hyderabad.

Covaxin juga salah satu vaksin virus corona yang mendapat persetujuan paling cepat daripada vaksin Pfizer. Setelah mendapatkan persetujuan pada tahap klinis awal, Covaxin melalui uji coba pada Juli 2020 dan menerima otorisasi penggunaan darurat setelah akhir uji coba fase II.

Bedanya dengan vaksin

baca juga

Berbeda dengan vaksin Pfizer dan Moderna yang mengandalkan teknologi mRNA, kedua jenis vaksin India ini menggunakan pendekatan tradisional.

Covishield atau AZD-1222 menggunakan vektor virus yang dibuat menggunakan strain virus flu biasa (adenovirus) yang dilemahkan. Strain virus flu biasa ini mengandung materi genetik yang mirip dengan SARS-CoV-2.

Sehingga pertahanan tubuh akan mengenali protein lonajakan dan menyiapkan antibodi untuk menghindari infeksi setelah pemberian vaksin.

Demikian pula, Covaxin dibuat menggunakan versi virus yang tidak aktif, yaitu vaksin menonaktifkan kemampuan virus untuk bereplikasi tetapi mempertahankan hidupnya.

Sehingga sistem kekebalan bisa meningkatkan respon yang memadai ketika bersentuhan atau mengenali serangan pada tubuh di masa depan.

Studi observasional terbaru juga menemukan bahwa Covaxin dan Covishield sangat efektif dalam membasmi virus, setelah menunjukkan hasil yang baik dalam uji klinis yang lengkap.

Sementara, uji coba global menetapkan vaksin Oxford 'Covishield' menjadi setidaknya 70,42 persen efektif. Meski begitu, Covishield masih dalam tahap uji coba yang melibatkan 22 ribu kandidat dan akan ada banyak data dalam beberapa minggu mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Virus Corona, Begini Cara Ceknya!

Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Virus Corona, Begini Cara Ceknya!

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 07:45 WIB

India akan Segera Memulai Program Vaksinasi Covid-19 Terbesar di Dunia

India akan Segera Memulai Program Vaksinasi Covid-19 Terbesar di Dunia

Health | Senin, 04 Januari 2021 | 18:49 WIB

Mau Disuntik ke Warga, Vaksin COVID-19 Sinovac Belum Diizinkan BPOM

Mau Disuntik ke Warga, Vaksin COVID-19 Sinovac Belum Diizinkan BPOM

Bekaci | Senin, 04 Januari 2021 | 17:33 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×