Pentingnya Sirkulasi Udara untuk Mencegah Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 06 Januari 2021 | 16:30 WIB
Pentingnya Sirkulasi Udara untuk Mencegah Covid-19
ilustrasi sirkulasi udara (Elements Envato)

Suara.com - Sirkulasi udara menjadi bagian penting bagi kesehatan paru-paru terutama untuk bangunan seperti rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.

Itu juga mengapa, dibutuhkan desain rumah sakit yang baik. Dikatakan perawat RSAB Harapan Kita Rini Kurniati. S.Kep. Ners mengatakan sebelum ada pandemi Covid-19, setiap rumah sakit didesain memiliki sirkulasi udara yang baik.

"Tapi terkait Covid-19 banyak rumah sakit sudah dimodifikasi sesuai dengan standar Kemenkes," katanya saat siaran langsung Instagram bersama Radio Kesehatan Kemenkes, Rabu (6/1/2021).

Sirkulasi udara penting untuk menggantikan udara kotor dalam suatu ruangan dan digantikan dengan udara bersih, kata Rini.

"Udara bersih itu berputar disuatu ruangan menjadi udara kotor karena ada debu, bakteri, ada zat kimia lain. Itu harus dikeluarkan," ucapnya.

Pada ruangan tertutup dengan mesin pendingin, sirkulasi udara bisa terdapat pada filter AC yang digunakan. Tetapi menurut Rini, udara yang dikeluarkan AC juga sebenarnya tidak benar-benar bersih. 

Udara kotor itu yang apabila dihirup manusia dalam jangka waktu lama tentu akan menimbulkan masalah kesehatan.

"Udara kotor ini mengandung banyak hal di dalam udara itu sendiri. Kalau itu masuk sistem AC yang ada filternya, dia akan keluar lagi sebagai 'udara bersih', karena sebenarnya udara masih kotor. Makin lama kalau dihirup akan mengganggu kesehatan," katanya.

AC bukan satu-satunya aebagai sirkulasi udara. Rini mengatakan cara paling sederhana sebenarnya cukup dengan membuka jendela atau pintu ruangan beberapa saat agar udara dapat berganti keluar masuk. Cara lainnya dengan memasang mesin hexos.

baca juga

Namun yang saat ini juga sudah dilakukan oleh banyak rumah sakit dengan membuat ruang terbuka hijau sebagai sirkulasi udara, ujar Rini.

"Jadi dengan menambah hijau pepohonan, sistem terbuka di mana udara berputar. Daun-daun itu kan menyerap zat-zat yang dikeluarkan manusia, CO2. Diserap oleh tumbuhan kemudian dikeluarkan dalam bentuk oksigen. Itu sangat penting sekali untuk meningkatkan kesehatan kita," pungkas Rini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dia Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Ini Dia Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Bogor | Rabu, 06 Januari 2021 | 16:29 WIB

Ingin Pastikan Aman, Jokowi: yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Saya

Ingin Pastikan Aman, Jokowi: yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Saya

News | Rabu, 06 Januari 2021 | 16:12 WIB

Penyintas Covid-19 Ini Donor Plasma Konvalesen Hingga Empat Kali, Kok Bisa?

Penyintas Covid-19 Ini Donor Plasma Konvalesen Hingga Empat Kali, Kok Bisa?

Health | Rabu, 06 Januari 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 21:34 WIB

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:25 WIB

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:22 WIB

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 21:15 WIB

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain  Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 21:08 WIB

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 21:05 WIB

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:02 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:01 WIB

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 20:53 WIB

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Bogor | Sabtu, 05 September 2026 | 20:49 WIB

×