- Gubernur Ahmad Luthfi menerapkan pemerintahan kolaboratif lintas partai pada pelantikan pengurus Golkar di Sukoharjo, Sabtu, 5 September 2026.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng berbagai pihak melalui Forum Berlian, Forum Senayan, dan menteri asal daerah untuk membangun wilayah.
- Strategi kolaborasi tersebut menghasilkan pertumbuhan ekonomi di atas nasional, penurunan pengangguran, serta peningkatan investasi triliunan rupiah.
Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengedepankan prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam membangun daerah.
Tanpa memandang latar belakang partai politik, semuanya diajak untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu, 5 September 2026.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Komdigi Meutya Hafid, Ketua DPRD Jawa Tengah, Ketua MUI Jawa Tengah, serta kepala daerah dan ketua partai se-Jawa Tengah.
Melalui collaborative government, berbagai stakeholder digandeng untuk membangun provinsi ini, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga berbagai elemen masyarakat.
Bahkan, Luthfi bersama seluruh fraksi partai politik di DPRD Jawa Tengah membentuk Forum Berlian. Seluruh anggota DPRD diajak bersatu untuk membangun mensejahterakan masyarakat.
"Tidak cukup itu, kita juga buat Forum Senayan, kita tarik anggota DPR dari dapil Jawa Tengah untuk berkontribusi membangun daerah. Juga menteri-menteri asal Jawa Tengah juga kami gandeng," jelasnya.
Kolaborasi tersebut perlahan menuai hasil. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sudah di atas nasional, tingkat pengangguran terbuka turun, serta investasi pada 2025 mencapai Rp110 triliun dan semester I-2026 sekitar Rp59,9 triliun.
"Ini membuktikan bahwa di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan fiskal, lalu kondisi geopolitik dunia, Jawa Tengah mampu mendatangkan investasi," ucap Luthfi.
Ketua DPD Golkar sekaligus Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Muhammad Saleh menilai, kepemimpinan Ahmad Luthfi memang mengedepankan kolaborasi dari berbagai pihak tanpa memandang latar belakang partai atau kelompok.
"Gubernur Ahmad Luthfi ini capaian kinerjanya juga luar biasa. Pertumbuhan ekonomi sudah di atas nasional, kemiskinan turun, pengangguran juga turun. Secara kinerja, Pak Luthfi ini luar biasa," katanya.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu poros negara Indonesia. Banyak tokoh-tokoh yang ahir dari Jawa Tengah. Seluruh kader Golkar juga ia instruksikan untuk mendukung program-program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Golkar akan menjadi garda terdepan untuk mendukung dan menjaga Jawa Tengah," kata sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri ESDM tersebut.