Pola Makan Bisa Berefek pada Risiko Kesehatan Mental, Begini Rincian Studi

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 11 Januari 2021 | 16:24 WIB
Pola Makan Bisa Berefek pada Risiko Kesehatan Mental, Begini Rincian Studi
Ilustrasi perempuan dengan pola makan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Kecemasan dan depresi adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi bisa menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia pada tahun 2030.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para peneliti terus mencari cara baru untuk mengurangi dampak kondisi kesehatan mental.

Melansir dari Medical News Today, beberapa studi observasi telah menunjukkan hubungan antara kualitas makanan secara keseluruhan dan risiko depresi.

Misalnya, satu ulasan dari 21 penelitian pada 10 negara menemukan bahwa pola makan sehat dengan asupan tinggi buah, sayuran, biji-bijian, minyak zaitun, ikan, produk susu rendah lemak, dan antioksidan, serta rendahnya asupan makanan hewani dikaitkan dengan penurunan risiko depresi.

Sebaliknya, pola makan yang melibatkan asupan tinggi daging merah dan olahan, biji-bijian olahan, permen, produk susu berlemak tinggi, mentega, dan kentang, serta asupan buah dan sayuran yang rendah dikaitkan dengan peningkatan yang signifikan risiko depresi.

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Ulasan yang lebih lama menemukan hasil yang serupa, dengan kepatuhan yang tinggi terhadap diet Mediterania dikaitkan dengan penurunan risiko depresi 32 persen.

Ada beberapa teori tentang bagaimana pola makan dapat mempengaruhi suasana hati atau risiko kondisi seperti depresi dan kecemasan. Beberapa ilmuwan percaya bahwa efek peradangan dari pola makan tertentu dapat membantu menjelaskan hubungan antara diet dan kesehatan mental.

Beberapa kondisi kesehatan mental tampaknya berhubungan dengan tingkat peradangan. Hal ini dinyatakan dalam jurnal di Frontiers in Immunology and Current Neuropharmacology.

Dalam hal ini, pola makan yang memiliki manfaat untuk kesehatan mental cenderung tinggi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan lemak sehat. Pola makan demikian merupakan makanan yang kaya akan senyawa anti-inflamasi.

baca juga

Namun, hubungan pasti antara pola makan, peradangan, dan perubahan kesehatan mental masih belum dipahami dengan baik.

Penjelasan lain yang mungkin adalah bahwa pola makan dapat memengaruhi bakteri di usus yang sering disebut sebagai mikrobioma usus. Penelitian menemukan hubungan yang kuat antara kesehatan usus dan fungsi otak. Misalnya, bakteri sehat di usus menghasilkan sekitar 90 persen neurotransmitter serotonin yang memengaruhi suasana hati.

Selain itu, penelitian awal menunjukkan adanya hubungan potensial antara mikrobioma usus yang sehat dan tingkat depresi yang lebih rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Sesekali, Makan Gorengan Bisa Turunkan Manfaat Program Diet Sehat

Meski Sesekali, Makan Gorengan Bisa Turunkan Manfaat Program Diet Sehat

Health | Senin, 11 Januari 2021 | 16:00 WIB

Devano Danendra Akui Sudah Tegur Iis Dahlia, Tapi Tak Digubris

Devano Danendra Akui Sudah Tegur Iis Dahlia, Tapi Tak Digubris

Entertainment | Senin, 11 Januari 2021 | 07:00 WIB

Mau Tingkatkan Suasana Hati, Cobalah Lakukan Terapi Cahaya

Mau Tingkatkan Suasana Hati, Cobalah Lakukan Terapi Cahaya

Health | Sabtu, 09 Januari 2021 | 12:02 WIB

Terkini

Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026

Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:32 WIB

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

×