Efikasi Vaksin Sinovac Indonesia Beda dengan Turki dan Brasil, Penyebabnya?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 13 Januari 2021 | 08:10 WIB
Efikasi Vaksin Sinovac Indonesia Beda dengan Turki dan Brasil, Penyebabnya?
Ilustrasi: Efikasi Vaksin Sinovac Indonesia Beda dengan Turki dan Brasil, Penyebabnya? [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengumumkan efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebesar 65.3 persen.

Angka tersebut berbeda dengan laporan efikasi di Turki sebesar 91,25 persen serta di Brasil sebesar 78 persen. Lantas, mengapa hasilnya bisa berbeda padahal vaksin yang diteliti sama?

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan hal ini tidak lepas dari karakter subjek serta risiko infeksi pada relawan yang berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 akhir di Bandung, Jawa Barat. 

"Efikasi ini akan dipengaruhi dari karakteristik subyek ujinya. Jika subyek ujinya adalah kelompok risiko tinggi, maka kemungkinan kelompok plasebo akan lebih banyak yang terpapar, sehingga perhitungan efikasinya menjadi meningkat," ujar Prof. Zullies berdasarkan siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (12/1/2021) kemarin.

Kelompok plasebo adalah kelompok yang menerima pil kosong alias pil tanpa efek obat atau tidak mengandung vaksin.

Inilah yang membedakan subyek penelitian yang menerima vaksin sebagai kelompok terkontrol dan kelompok plasebo atau kelompok tidak terkontrol.

Jadi misalnya pada uji klinis Sinovac di Bandung yang melibatkan 1600 orang, terdapat 800 subyek yang menerima vaksin, dan 800 subyek yang mendapatkan plasebo.

Jika dari kelompok yang divaksin ada 26 yang terinfeksi (3.25 %), sedangkan dari kelompok plasebo ada 75 orang yang kena Covid (9,4%), maka efikasi dari vaksin adalah = (0.094 – 0.0325)/0.094 x 100% = 65,3 persen.

Jadi yang menentukan adalah perbandingan antara kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak.

baca juga

Seumpama pada kelompok vaksin ada 26 yang terinfeksi, sedangkan kelompok plasebo bertambah menjadi 120 yang terinfeksi, maka efikasinya meningkat menjadi 78.3 persen. 

Sementara itu uji klinis vaksin Covid-19 di Brasil menggunakan kelompok berisiko tinggi yaitu tenaga kesehatan, sehingga efikasinya diperoleh lebih tinggi.

Sedangkan di Indonesia menggunakan populasi masyarakat umum yang risikonya lebih kecil. 

"Kita subyek ujinya berisiko rendah, apalagi taat dengan prokes, tidak pernah keluar rumah sehingga tidak banyak yg terinfeksi, maka perbandingan kejadian infeksi antara kelompok plasebo dengan kelompok vaksin menjadi lebih rendah, dan menghasilkan angka yang lebih rendah," papar Prof. Zullies.

Diibaratkan ada kelompok vaksin ada 26 yang terinfeksi Covid-19 (3,25%) sedangkan di kelompok plasebo cuma 40 orang (5%) karena menjaga prokes dengan ketat, maka efikasi vaksin bisa turun menjadi hanya 35%, yaitu dari hitungan (5 - 3,25)/5 x 100% = 35%.

 "Jadi angka efikasi ini bukan harga mati, dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor ketika uji klinik dilakukan. Selain itu, jumlah subyek uji dan lama pengamatan juga dapat memperngaruhi hasil. Jika pengamatan diperpanjang menjadi 1 tahun, sangat mungkin menghasilkan angka efikasi vaksin yang berbeda," pungkas Prof. Zullies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efikasi Cuma 65,3 Persen, Bisakah Vaksin Covid-19 Sinovac Bentuk Kekebalan?

Efikasi Cuma 65,3 Persen, Bisakah Vaksin Covid-19 Sinovac Bentuk Kekebalan?

Bekaci | Selasa, 12 Januari 2021 | 17:35 WIB

Pengertian Efikasi dan Efektivitas Pada Produk Vaksin

Pengertian Efikasi dan Efektivitas Pada Produk Vaksin

Bogor | Selasa, 12 Januari 2021 | 14:41 WIB

Profesor UGM Hitung Efikasi Vaksin Sinovac, Ampuh Lawan Covid-19?

Profesor UGM Hitung Efikasi Vaksin Sinovac, Ampuh Lawan Covid-19?

Surakarta | Selasa, 12 Januari 2021 | 14:21 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×